WAKTU TEDUH
Selasa, 9 Februari 2021
Markus 1 : 35 – 39
Masih ingat firman yang baru saja kita simak? Ya, bacaan hari ini adalah bagian dari bacaan Injil pada kebaktian hari Minggu kemarin. Bacaan yang menggambarkan bagaimana kesibukan Tuhan Yesus dalam mewartakan Injil dan menyatakan kasih. Pagi hingga malam tiba ada banyak hal yang dilakukanNya. Namun satu hal yang tidak pernah Ia tinggalkan, seperti yang ditulis di ayat 35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Bahkan di tengah kesibukanNya melaksanakan tugas pelayanan agar banyak orang menerima kabar sukacita dan merasakan kasih Bapa, Ia tetap menyisihkan waktu teduh untuk berdoa. Menyisihkan BUKAN menyisakan. Ada waktu yang benar-benar disediakan untuk berdoa, bukan berdoa jika hanya ada waktu sisa.
Masih adakah ayat 35 dalam hidup keseharian kita? Masih adakah waktu teduh dalam hidup kita? Waktu yang benar-benar kita sediakan untuk Dia, hanya diri kita dan Sang Pencipta. Ataukah waktu berlalu begitu saja seiring dengan banyaknya kesibukan? Kita menyediakan begitu banyak waktu untuk mengerjakan pekerjaan dan aktivitas kita. Namun sering kali kita menganggap waktu teduh (waktu kita bersama Tuhan) menjadi pemborosan waktu, berdoa hanya sebagai rutinitas, mengikuti kebaktian online tidak secara penuh, banyak yang dipercepat karena terburu-buru melakukan hal lain, atau dengan tidak sadar ternyata kita memamerkan segala kesibukan kita yang membuat kita lupa berjumpa dengan Tuhan, kita begitu sulit menyediakan waktu teduh tapi begitu mudah menghabiskan waktu untuk media sosial kita.
Tanpa waktu teduh bersama Tuhan, hidup kita hanya seperti rentetan pekerjaan dan kegiatan yang melelahkan. Tanpa waktu teduh, hidup kita kering. Hari ini kita kembali diingatkan, Tuhan Yesus dengan segala kesibukannyapun masih menyediakan waktu teduh bersama Bapa. Lalu bagaimana dengan kita?
Selamat berefleksi.
Tetap jaga kesehatan jiwa dan raga.
Tuhan memberkati





