Bekerja: Syukur dan Sukacita
I Korintus 9:10
“Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya.”
Saudara yang terkasih, pagi ini mungkin ketika saudara membaca dan mendengarkan firman Tuhan ini, saudara sedang akan mempersiapkan diri untuk memulai beraktivitas dan bekerja. Atau malahan sudah ditempat kerja. Pertanyaan untuk kita semua, untuk apa kita bekerja? Pasti saudara akan menjawab : “Untuk mendapatkan uang dan uangnya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tidak sedikit kebutuhannya”. Lalu pertanyaan lanjutan bagi kita, apakah dengan banyak uang, kebahagiaan akan datang dengan sendirinya? Tentu tidak ada jaminan ketika kita punya banyak uang pasti bahagia. Kebahagiaan dan kepuasan batin tidak bisa dinilai dengan banyaknya uang. Nyatanya banyak juga orang yang punya banyak uang tetapi hidupnya tetap saja tidak bahagia. Malahan banyak kegelisahan di dalam hidup mereka. Lalu bagaimana supaya dalam bekerja kita bisa bisa mendapatkan kebahagiaan?
Pada suratnya ini (saudara bisa membaca dari ayat 1-16) Rasul Paulus merasa jengkel dan marah ketika pekerjaan sebagai rasul tidak dihargai. Menariknya Paulus bukan menuntut kepenuhan haknya tetapi kebahagiaannya adalah dalam bekerja memberitakan Injil. Memberitakan Injil bagi Paulus adalah hal yang tak tergantikan. Di dalamnya ada pengharapan. Maka dalam bekerja tetap harus memberitakan Injil. Bagaimana caranya? Bekerjalah dengan sukacita, jujur dan bertanggungjawab. Karena disitulah akan membawa sukacita bagi diri kita dan sekeliling kita. Maka saat ini, syukurilah pekerjaan kita dengan tetep mewartakan Injil di dalamnya. Bekerja dengan benar, sukacita dan penuh dengan syukur dalam wujud jujur dan bertanggungjawab. Selamat bersukacita dalam bekerja. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





