Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

DUA PESER

Rabu, 12 Juni 2024
Lukas 21 : 1 – 4
_Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”_

Kalau kita pergi ke warung dengan membawa uang Rp. 1.500,- kira-kira kita bisa dapat apa? Mungkin kita hanya bisa mendapat beberapa butir permen saja. Uang Rp. 1.500,- termasuk uang yang sangat kecil untuk ukuran kehidupan kita saat ini. Bahkan mungkin tadi kita berfikir : *mung nduwe sewu mangatus kok wani-wanine ning warung. Arep entuk apa?* Tahukah saudara bahwa dua peser yang dipersembahkan janda miskin dalam bacaan hari ini nilainya kurang lebih setara dengan Rp. 1.500,- uang saat ini.
1 peser = 1/128 dinar.
1 dinar = upah sehari, anggaplah Rp. 100.000,-
Jadi 1 peser = Rp. 100.000 : 128 = Rp. 781,25
2 peser = Rp. 781,25 x 2 = Rp. 1.562,5

Janda miskin yang berpersembahan Rp. 1.562,5 itu dipuji Tuhan Yesus. Apakah dengan demikian kita menyimpulkan : ya sudah saya persembahan Rp. 1.500,- saja atau Rp. 2.000,- saja? Saya mau niru janda miskin itu. Tuhan Yesus sudah senang dengan persembahan segitu? Apakah begitu yang dikehendaki Tuhan? Mari kita lihat lebih dalam! Mengapa persembahan Rp. 1.562,5 itu dipuji Tuhan Yesus? Ayat 4b mengatakan : *ia memberi seluruh nafkahnya* . Kalimat ini berarti ya dia hanya punya uang segitu. Dan semua diserahkan, 100% miliknya ia persembahkan. Walau harganya tidak seberapa tapi itu yang ia miliki.

Jadi, bacaan hari ini bukan menjadi ayat andalan untuk berpersembahan kecil bagi Tuhan (padahal penghasilan kita besar). Lukas 21 : 1 – 4 justru menjadi pengingat kita untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan. *Tidak tanggung-tanggung, janda itu memberikan seluruh nafkah yang ia miliki.* Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memberikan yang terbaik kita berikan bagi Tuhan? Dengan penghasilan kita yang kita dapatkan, sudahkah kita menyisihkan persembahan yang layak bagi Tuhan? Mari kita renungkan kisah janda miskin ini dengan menghayati pujian NKB 199 : Sudahkah yang terbaik ‘ku berikan kepada Yesus Tuhanku?
Amin.

Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan