BERTAHAN DALAM TUHAN
Selasa, 9 Juli 2024
Yeremia 17:7-8
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Ada seorang ibu penjual tempe yang taat kepada Tuhan. Suatu hari ia sangat sedih karena tempenya belum jadi, sehingga kemungkinan besar kalau ia berangkat ke pasar ia akan pulang tanpa membawa uang. Karena biasanya para pembeli mencari tempe yang sudah jadi/siap diolah. Dalam sedihnya, dengan sungguh-sungguh ia berdoa “Tuhan, aku mohon agar kedelai ini menjadi tempe. Amin”. Lalu ia membuka bungkusan daun itu dan tempenya tetap belum jadi.
Lalu ia pun berdoa lagi dengan lebih sungguh-sungguh dan jelas ia berdoa “Tuhan, hanya Engkau yang bisa kuandalkan. Tolong aku supaya kedelai ini berubah menjadi tempe matang, karena ini satu-satunya pekerjaan yang kumiliki. Amin.” Iapun kembali membuka bungkusan daun itu dam hasilnya masih tetap sama. Akhirnya ia putuskan untuk tetap pergi ke pasar dengan sepanjang jalan berdoa agar kedelai berubah menjadi tempe. Sesampainya di pasar ia membuka tempenya dan hasilnya masih sama, kedelai belum berubah menjadi tempe. Ia mulai goyah kepada Tuhan karena doanya tidak terkabul.
Semakin siang pasar semakin sepi dan ibu itu semakin sedih. Para penjual sudah mulai bersiap pulang. Tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya dan bertanya “Apakah ibu menjual tempe yang belum jadi? Saya sudah keliling pasar mencari tapi tidak menemukan. Saya butuh karena mau saya bawa ke luar kota” Ibu itu kaget antara senang tapi juga bimbang. Bagaimana kalau saat ini doanya terkabul, kedelai itu sudah menjadi tempe mateng? Sambil berlagak membolak-balik tempenya, ibu itu berdoa dalam hati “Tuhan, biarkan kedelai ini jangan menjadi tempe dulu, Tuhan. Kiranya Tuhan mendengar doaku. Amin”. Ia membuka bungkusan daun itu dan puji Tuhan, kedelai itu belum berubah menjadi tempe.
Melalui cerita ini kita diingatkan untuk mengandalkan Tuhan dan percaya pada rancanganNya. Seberat apapun situasi, jika kita jalani dengan mengandalkan Tuhan, ada kekuatan yang memampukan kita dan ada jalan keluar bagi kita. Kita percaya bahwa yang ber-Tuhan akan bertahan, sebab semua kendala Ia kendalikan. Semangat bertahan di dalam Tuhan. Amin.





