Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

MENJERNIHKAN DIRI

Jumat, 14 Juni 2024
Efesus 4:26
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

Ada seorang pedagang kaya sedang berpergian ditemani salah satu pembantunya. Setelah berjalan cukup lama mereka memutuskan untuk istirahat sebentar di tepi sebuah sungai yang airnya jernih. Si pembantu berniat untuk mengambilkan tuannya air untuk minum, namun tiba2 serombongan kuda lewat menyebrang sungai dan keruhlah airnya. Si pembantu kembali ke tempat tuannya berteduh sambil menggerutu karena air sungai yang jernih berubah menjadi keruh seketika. Sang tuan memanggilnya lalu memintanya untuk duduk diam, kata tuannya, “duduklah di sini dan tunggulah hingga kotoran itu mengendap dan air menjadi jernih. Marah-marahmu tidak akan membuat air sungai ini menjadi lebih cepat jernih. Gerutumu justru membuat hati dan tubuhmu menjadi semakin lelah.” Menurutlah si pembantu itu dan akhirnya air itu menjadi jernih.

Jika dikaitkan dengan Efesus 4:26, sepenggal cerita di atas memiliki gambaran yang mirip. Pengendalian diri sangat diperlukan, apalagi ketika suasana diri kita sedang keruh. Walaupun tidak mudah tapi kita perlu menenangkan diri, karena jika diteruskan bisa jadi suasana menjadi semakin kacau. Kita bisa melukai diri sendiri maupun orang lain. Dalam suasana yang keruh, kacau, marah, kecewa, kita perlu menenangkan diri supaya hati dan pikiran kita menjadi jernih kembali dan sikap yang kita ambil tidak melukai diri kita maupun orang lain. Jangan memperkeruh suasana!. Mari belajar menjernihkan dan mengendalikan diri! Amin.

Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan