Serupa Gambaran Anak-Nya
Kamis, 4 Februari 2021
Roma 8 : 28 – 29
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Seperti yang kita ketahui, Paulus mengabarkan Injil hingga ke berbagai tempat dengan tantangan yang bermacam-macam. Ada yang memang kepada orang yang sama sekali belum mengenal Injil, ada pula kepada orang-orang yang telah mengenal Injil namun butuh penguatan untuk tetap setia. Dalam bacaan hari ini, Paulus meluruskan ajaran-ajarannya yang diputarbalikkan oleh pengajar lain. Mereka mengajarkan bahwa penderitaan adalah bentuk hukuman dari Allah. Paulus menyanggahnya, penderitaan yang mereka alami bukanlah hukuman dari Allah melainkan Allah izinkan itu terjadi untuk kebaikan mereka. Penderitaan yang kita alami tidak terjadi secara kebetulan. Bagi orang percaya, penderitaan yang terjadi diijinkan Tuhan demi kebaikan kita.
Hannah Smith, salah seorang penulis buku rohani menafsirkan kata, “kebaikan” di ayat 28 bermakna “serupa atau segambar dengan Kristus”. Artinya bahwa kesulitan atau penderitaan yang kita alami bertujuan membentuk kita untuk menjadi serupa dengan Kristus. Jadi, mari kita hadapi kesulitan yang kita alami dengan perspektif yang baru, dengan sudut pandang Roma 8 : 28 – 29. Bahwa setiap hal menyakitkan yang terjadi dalam hidup kita adalah karena diijinkan Allah demi kebaikan kita agar menjadi semakin serupa dengan Kristus.
Selamat berproses menjadi serupa dengan Kristus
Tetap jaga kesehatan jiwa raga
Tuhan memberkati





