Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Kecewa

Ayub 6:15-18

“Saudara-saudaraku tidak dapat dipercaya seperti sungai, seperti dasar dari pada sungai yang mengalir lenyap, yang keruh karena air beku, yang di dalamnya salju menjadi cair, yang surut pada musim kemarau, dan menjadi kering di tempatnya apabila kena panas; berkeluk-keluk jalan arusnya, mengalir ke padang tandus, lalu lenyap.”

Kecewa adalah perasaan yang muncul karena sesuatu yang dialami tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan. Misalnya: saudara kecewa dengan teman karena teman saudara tidak menepati janjinya, padahal kita mengharapkan betul apa yang ia janjikan. Timbullah rasa kecewa. Kecewa tentu perasaan yang wajar. Bahkan Ayub pun juga pernah dikecewakan oleh sahabat-sahabatnya. Ayub mengharapkan sahabat-sahabatnya datang bukan menghina tetapi menguatkannya. Bukannya mereka menguatkan, justru mereka menghina Ayub dengan anggapan bahwa Ayub mendapatkan karma atas perbuatannya. Inilah yang menjadikan Ayub kecewa. Ia sangat sedih dengan kelakuan sahabatnya. Namun dalam kesedihannya, Ia tetap mengarahkan hatinya pada Tuhan dan berusaha untuk tidak membenci sahabatnya.

Lalu bagaimana cara kita menghadapi sebuh kekecewaan? Melanjutkannya dengan kemarahan, kesedihan ataukah belajar dari Ayub yanh tetap yakin kepada Allah meskipun kekecewaan sedang ia alami. Biarkanlah kekecewaan kita tidak menjadikan kita terbawa kemarahan dan kesedihan yang berlarut, tetap mengasihi dan yakin pada kasih Allah yang akan menolong. Selamat berjuang! Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan