Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

UTUH

Selasa, 20 April 2021

Hosea 6: 6
Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.

Bagaimana rasanya ketika ada seseorang yang pernah kita tolong ternyata di kemudian hari tidak ingat dengan kita? Dulu ketika butuh pertolongan dia datang kepada kita sedemikian rupa untuk minta tolong. Atau bagaimana rasanya jika orang yang kita cintai merusak kepercayaan kita? Pasti kita kecewa, marah, dan mungkin ada yang kemudian tidak menolong/tidak percaya lagi pada orang itu. Bagaimana kalau ternyata pihak yang tidak ingat pertolongan itu adalah kita, orang yang merusak kepercayaan itu adalah kita? Kita telah ditolong, diberi keselamatan oleh Tuhan. Namun sering kali kita lupa kalau Tuhan telah menolong kita, kita sering merusak menyalahgunakan kepercayaan yang telah Tuhan berikan kepada kita.

Seperti dalam bacaan hari ini, Tuhan sudah begitu mengasihi bangsa Israel, tapi mereka merusak kepercayaan yang Tuhan berikan dan bahkan menyembah allah lain. Hidup mereka penuh dengan kejahatan dan tidak berkenan di hadapan Tuhan. Tuhan kemudian menjauh supaya bangsa Israel menyadari bahwa mereka membutuhkan Tuhan. Tuhan tidak menerima korban sembelihan dan korban bakaran mereka. Yang Tuhan inginkan adalah pertobatan yang sesungguhnya, kasih setia dan pengenalan yang benar akan Allah.

Sebagai orang yang telah menerima kasih Tuhan, seharusnya kita menjaga hubungan kita dengan Tuhan. Rajin beribadah, rajin berpersembahan memang penting, tetapi lebih penting dari itu, Tuhan ingin agar kita beribadah dengan setulus dan sepenuh hati, mempersembahkan tidak hanya sebagian harta tetapi seluruh kehidupan kita kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup dan berkenan di hadapan Tuhan. Tuhan menginginkan kita untuk memberi diri utuh kepadaNya seperti Ia memberikan seluruh yang Ia punya untuk kita, manusia yang dicintaiNya. Mari kita bangun relasi yang erat dan indah bersama Tuhan, dengan memberi diri utuh dan penuh sebagai wujud syukur kepadaNya.

Selamat membangun relasi yang utuh bersama Tuhan.
Tetap jaga kesehatan jiwa raga
Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan