Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Biasa

Pengkotbah 2:11

“Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari.” 

Martabak, kalau saudara ingin membeli martabak, martabak telor misalnya, pasti ada beberapa pilihan. Ada yang martabak telor biasa, martabak telor special dan martabak telor istimewa. Pasti harganya berbedapun berbeda, yang biasa jauh lebih murah daripada yang istimewa karena jumlah telornya yang lebih sedikit dan yang istimewa lebih banyak, mungkin juga karena porsi dagingnya juga berbeda. Maka, bisa dibilang yang biasa akan lebih rendah kualitas dan rasanya daripada yang istimewa.

Dalam hidup kitapun sering melihat sesuatu yang kecil dan biasa menjadi hal yang tak ada gunanya, atau kata lain kita menyepelekannya. Kita akan lebih menghargai dan mencari sesuatu yang besar dan istimewa. Itulah juga yang dikejar oleh penulis kitab Pengkhotbah. Ia mengejar berbagai hal yang besar dan istimewa. Sampai pada suatu waktu, ia tiba pada kesadaran bahwa “segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin”. Ia lupa untuk menikmati sesuatu yang kecil dan biasa-biasa saja dalam hidupnya. Tetapi akhrnya ia sadar bahwa sesuatu yang biasa juga bisa memberi bahagia asalkan melihatnya dengan hati syukur dan bahagia. 

Bukankah kita juga kerap seperti penulis pengkotbah yang hanya melihat dan mencari hal yang istimewa tapi lupa untuk mensyukuri hal kecil dan sederhana setiap harinya dalam hidup kita? Memohon kepada Tuhan untuk memberikan mujizat yang besar, padahal setiap hari Tuhan telah memberikan mujizatnya bagi kita. Maka belajarlah untuk menghargai dan menayukuri hal kecil, biasa, dan sederhana. Tidak hanya sibuk mencari hal yang besar dan istimewa, karena hal biasa dan kecil kalau ada rasa syukur itupun mampu membawa sukacita bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan