LEGA
Mazmur 4:2
“Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku!”
Saudara yang terkasih,
Pernahkah saudara difitnah oleh orang lain? Bagaimana rasanya? Sakit pasti dan mendatangkan rasa sesak di dalam dada. Tidak menyangka bahwa ada orang yang bisa memfitnah kita, menceritakan hal yang tidak benar tentang kita.
Dalam bacaan kita, pemazmur juga menggunakan istilah “dalam kesesakan” untuk menggambarkan keadaan seseorang yang sedang tertindas. Diduga pemazmur sedang mengalami fitnahan (tuduhan) dari orang-orang yang mempunyai kekuasaan. Karena itu, dia merasa tidak berdaya. Dia mengalamai kesesakan jiwa dan marah. Maka, dia berseru (berdoa dengan suara yang terdengar) kepada Tuhan, dan akhirnya Tuhan menolongnya.
Pengalaman pahit pemazmur ternyata memberinya hikmat. Dia memperingatkan musuh-musuhnya agar berhenti memfitnahnya, karena Tuhan yang mengasihinya akan mendengarkan seruannya. Tuhan akan memberikan kelegaan dari kesesakan yang ia rasakan.
Pemazmur mengungkapkan pergumulannya kepada Tuhan dan ia tetap bersyukur kepada Tuhan atas setiap kebaikan-kebaikan Tuhan.
Inilah yang perlu kita hayati saat ini.
Kesesakan yang terjadi dalam kehidupan kita, bukan membuat kita tidak bisa melihat kebaikan dan mensyukuri kebaikan Tuhan. Tetapi tetaplah mampu melihat kebaikan-kebaikan Tuhan. Dan, berserulah kepada Tuhan, ungkapkan segala pergumulan kita kepada-Nya karena Ia lah yang akan memberikan kelegaan bagi kita. Ia akan selalu memberikan kelegaan dan menolong kita.
Maka, berserulah kepadaNya dan ingatlah selalu akan kebaikan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





