Tanggung Jawab Atas Anugerah Allah
2 Kortintus 5:20-6:1
“Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.”
Kalau kita merasakan dengan benar, Kasih Anugerah Allah sungguh tak terhingga di dalam kehidupan kita. Tidak pernah henti-hentinya dan tidak pernah habis-habisnya kasih anugerah-Nya di dalam hidup kita. Paulus dalam bacaan kita juga mengharapkan kepada jemaat di Korintus memahami bahwa kasih Allah begitu besarnya kepada manusia yang berdosa, sehingga mengutus Yesus Kristus menjadi pendamai antara manusia yang berdosa dengan Allah yang suci. Bahkan pendamaian itu terjadi tanpa memperhitungkan dosa-dosa manusia. Paulus menyadari bahwa anugerah ini hanya diterima dengan iman tanpa usaha atau jerih lelah manusia. Anugerah yang besar ini harus dihargai oleh setiap orang yang percaya.
Maka ada tanggung jawab kita ketika menerima Anugerah Terindah tersebut dengan hidup dalam kebenaran. Bagaimana?
- Membagikan damai sejahtera kepada semua orang dengan tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.
- Mepersembahkan hidup kita penuh kepada Allah. Tujuan kita hidup adalah untuk kemuliaan Tuhan Allah.
- Sabar, berserah dan percaya kepada Tuhan Allah di dalam menghadapi setiap persoalan yang terjadi di dalam kehidupan kita
Inilah tanggung jawab kita ketika menerima anugerah terindah dari Allah yang tanpa kita harus mencarinya. Bertanggungjawablah atas kasih anugerah-Nya bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





