Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

MENUNGGU

Selasa, 16 Februari 2021

Wahyu 3 : 20
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Banyak orang yang tidak suka menunggu. Apalagi menunggu sesuatu yang sudah lama kita inginkan dan kita nantikan. Inginnya tidak perlu menunggu langsung bertemu/mendapatkan. Rasanya tidak sabar sesuatu itu tiba. ‘geregeten’ rasanya kalau sesuatu itu tidak kunjung datang. Seperti saat ini, ketika kita semua juga sedang menunggu keprihatinan pandemi ini berakhir. Setahun penantian dengan berbagai dinamikanya membuat banyak orang lelah, bosan, dan tidak sabar. Kapan tho bisa kaya mbiyen maneh? Banyak hal yang berubah selama setahun ini. Sampai kapan ini semua akan berakhir, Tuhan? Tuhan, kami lelah menunggu.

Tetapi tahukah kita, bahwa ternyata tidak hanya kita yang menunggu sekian lamanya, bahkan jauh lebih lama dari penantian kita. Bacaan kita hari ini mengatakan Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok. Tuhanpun sedang menunggu kita membuka pintu diri kita untukNya. Dia sudah begitu lama menunggu tetapi kita tidak menyadari sedang ditunggu olehNya. Tuhan menunggu kita dengan sangat sabar, tanpa mengeluh, melainkan menunggu dengan penuh pengertian, dan cinta.

Tuhan menanti kita membuka pintu hati kita, namun ternyata seringkali pintu hati kita tertutup untuk Tuhan tetapi terbuka lebar untuk yang lainnya.
Terkadang Dia mengetok pintu dengan teguran berharap kita mendengarNya. Terkadang Dia mengijinkan suatu peristiwa terjadi dalam hidup kita supaya kita dapat melihat Dia lebih jelas lagi tetapi kita tetap mengabaikanNya.

Ternyata Tuhan sudah sekian lama menunggu kita dan kita tidak menyadarinya. Wahyu 3 : 20 mengingatkan kita, lalu sekarang bagaimana respon kita? Apakah kita akan membiarkan Tuhan menunggu kita lebih lama lagi?

Selamat membuka hati bagi Tuhan.
Tetap jaga kesehatan jiwa raga.
Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan