Siloam

Renungan

Siloam

  • 23 Juni 2020
  • 10:35 WIB
  • admin

Yohanes 9: 1 – 7

Pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan bukan hanya melalui hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga melalui penderitaan. Penderitaan, kesengsaraan, sakit, kekecewaan, kehilangan, merupakan kesempatan untuk mengalami dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Seperti halnya kebutaan yang dialami dalam perikop hari ini adalah karena pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalamnya.

Siloam artinya ‘yang diutus’. Lalu, Siapakah yang diutus? Di ayat 4 Yesus menegaskan: ”Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang”. Yesus diutus oleh Allah untuk mengerjakannya tapi Dia tidak sendirian, Yesus menggunakan kata ‘kita’ yang berarti Ia pun melibatkan para murid dalam mengerjakan pekerjaan Allah. Tidak hanya Yesus dan para murid, orang butapun diutus untuk turut serta menyatakan pekerjaan Allah. Dia diutus untuk pergi ke Siloam. Dan pekerjaan Tuhan nyata terjadi dalam kesembuhannya.

Allah senantiasa berkarya. Dan saat ini, kita umat-Nya, dipanggil dan diutus untuk turut serta mengerjakan pekerjaan-Nya. Permenungan bagi kita saat ini adalah apa yang kita lakukan sebagai utusan Tuhan untuk terlibat dalam karyaNya? Yang kita lakukan adalah melakukan tugas dan tanggung jawab keseharian kita dengan baik sebagai wujud kita melakukan perutusan dari Tuhan: belajar, bekerja, melayani, dll lakukan dengan kesungguhan hati dan ketulusan sebagai wujud peran kita berkarya bersama Tuhan.

Yohanes 9:3 Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.

Bukan karena salah siapa keprihatinan sedang kita hadapi saat ini, tetapi karena ada karya Allah yang akan dinyatakan melalui situasi ini. Dan kita, diutus Allah untuk turut serta mewujudkan karya-karya itu. Kitalah siloam-siloam itu!

Semangat pagi!
Tetap jaga kesehatan
Tuhan memberkati

Kategori:
admin
Tentang Penulis

admin

Tim Pelayanan Firman & Warta GKJ Rewulu

GKJ Rewulu

Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua

Bagikan Berkat

Bagikan artikel ini kepada keluarga & sahabat

Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait