Syalom
Matius 11:28-30
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (29) Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. (30) Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”
Dalam panggilan Tuhan Yesus itu ada tiga hal yang perlu diperhatikan.
- Tuhan Yesus memanggil setiap orang untuk datang dan mengikut Dia. Ini adalah langkah yang paling mendasar, yaitu mengikut Yesus. Mengikut Yesus artinya percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi serta hidup di dalam Dia. Hal ini merupakan tindakan yang menentukan dan bersifat pribadi.
- Tuhan Yesus memanggil setiap orang percaya untuk memikul kuk yang Ia pasang dan belajar kepada-Nya. Yesus tidak saja mengajak kita untuk mengikut Dia, tetapi Ia juga menyuruh memikul Kuk-Nya. Kedua tindakan ini, datang kepada-Nya dan memikul Kuk-Nya, merupakan dua tingkat penyerahan diri berbeda yang harus diambil setiap orang percaya. Selama berabad-abad, berjuta-juta orang telah datang kepada Kristus dan telah menerima keselamatan yang dijanjikan-Nya. Tetapi banyak diantara mereka yang gagal memikul kuk penyerahan diri dan belajar kepada-Nya. Memikul kuk-Nya berarti menyerahkan diri untuk diarahkan dan dipimpin oleh-Nya.
- Tuhan memanggil kita untuk mendapat syalom. Yesus menjanjikan kelegaan dan ketenangan. Ia berkata, “Aku akan memberikan kelegaan kepadamu… dan jiwamu akan mendapat ketenangan”.
Orang yang letih lesu dan berbeban berat justru dipanggil untuk memikul kuk Kristus, dan hasilnya adalah kelegaan dan ketenangan! Ajaib bukan?
Mengapa hal ini bisa berhasil? Sebab damai sejahtera yang sesungguhnya adalah hasil ketaatan sempurna pada kehendak Tuhan.
Hal itu tidak dapat dicari secara langsung, tetapi datang sebagai hasil nyata dari penyerahan diri kepada Tuhan.
Maka, ikutlah Dia dan berserahlah, karena Ia akan memberikan damai sejahtera padamu. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





