Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

SESUAI PETUNJUK

Selasa, 12 Maret 2024
Bilangan 20 : 8, 10, 12
“Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya.”
Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: “Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?”
Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: “Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.”

Ketika kita memasak, pasti ada urutan dan cara pembuatan supaya menghasilkan masakan dengan cita rasa yang sesuai dengan diharapkan. Jika urutan dan caranya tidak sama, hasil rasa dan penampakannya pun nantinya tidak sama. Hal ini terjadi juga dengan Musa dan Harun. Di tengah dukacita karena baru saja saudari mereka, yaitu Miryam meninggal, mereka harus menghadapi bangsa Israel yang protes, berkeluh kesah karena tidak ada air. Mereka datang kepada Tuhan dan Tuhan memberi petunjuk agar : mengangkat tongkat, mengumpulkan bangsa Israel, dan berkata pada bukit batu supaya mengeluarkan air. Namun karena panas hati dengan keluh kesah bangsa Israel, yang dilakukan Musa dan Harun tidak sesuai dengan petunjuk Tuhan. Mereka memang mengumpulkan bangsa Israel, mereka memang mendapatkan air tetapi mereka tidak berbicara kepada bukit batu, tetapi malah berbicara dengan kalimat menantang kepada bangsa Israel. Bahkan Musa tidak sekadar mengangkat tongkatnya seperti yang diperintahkan Tuhan, Musa justru memukulkan tongkatnya hingga dua kali. Apa yang mereka lakukan tidak berkenan di hadapan Tuhan, sehingga Tuhan menegur mereka. Tuhan tidak mengijinkan mereka untuk masuk ke tanah perjanjian, yaitu Kanaan.

Kisah Musa dan Harun menjadi pengingat bagi kita untuk menjalani hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Terkadang ketika kita sudah berusaha dengan maksimal, orang lain tidak menganggap karya kita atau bahkan berkomentar negatif. Jangan sampai hal tersebut mempengaruhi kita untuk tidak taat pada petunjuk Tuhan. Musa dan Harun telah memetik hasilnya, ketika yang mereka lakukan tidak sesuai dengan petunjuk Tuhan, mereka tidak diperkenankan masuk ke Kanaan. Jadi, apapun yang terjadi, tetaplah lakukan sesuai dengan petunjuk Tuhan, karena Tuhan telah menyiapkan yang terbaik bagi kita.
Selamat menjalani hidup sesuai petunjuk Tuhan. Tuhan memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan