Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

GENGSI

Kamis, 29 Februari 2024
2 Raja-raja 5 : 10 – 12
Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: “Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.” Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: “Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?” Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) gengsi berarti kehormatan dan pengaruh; harga diri; martabat. Jadi, gengsi memang diperlukan, akan tetapi jangan sampai berlebihan. Karena gengsi yang tidak terkendali akan membuat kita lupa diri. Seperti yang dialami oleh Naaman. Ia adalah seorang yang terpandang, panglima raja, pahlawan. Ketika sakit kusta, ia datang kepada Elisa untuk disembuhkan. Ia berharap kedatangannya disambut oleh Elisa dan Elisa memanggil Tuhan, menggerakkan tangannya di tubuhnya. Namun yang terjadi di luar dugaan. Naaman merasa gengsinya tercoreng. Ia adalah orang terpandang, tetapi Elisa tidak langsung menemuinya. Elisa menyuruh suruhannya. Bahkan perintahnya sangat sederhana, yaitu memintanya untuk mandi 7 x di sungai Yordan. Jauh dari apa yang dia bayangkan. Dan ia pun pergi dengan panas hati. Untung saja setelah diperingatkan oleh pegawai-pegawainya, gengsi dan panas hatinya mereda. Ia mau membenamkan diri 7x di Sungai Yordan dan sembuhlah ia.

Saat ini banyak orang yang mengejar gengsi hingga lupa diri. Sedikit-sedikit timbul panas hati. Teman beli HP baru, pingin. Saudara beli mobil baru, panas hati, dll. Ada yang pendapatan pas-pasan tapi gaya hidup mewah, sehingga ia mencari sejuta cara untuk meraih gengsi hingga pinjol (pinjaman online), judi online pun dilakoni. Merasa gampang mendapatkan pinjaman hingga hilang kontrol. Dan akhirnya banyak orang terlilit pinjol hingga puluhan juta. Rumah terjual, tanah habis, harta melayang, keluarga berantakan, dll.

Kisah Naaman menjadi pembelajaran bagi kita. Jika Naaman mengejar gengsi, mempertahankan panas hatinya dan tidak mau melakukan petunjuk Elisa, dia akan tetap sakit kusta. Tetapi karena ia meredam gengsinya, ia mendapat berkat kesembuhan. Jadi, mari kita kendalikan gengsi, jangan sampai hilang kendali dan lupa diri, sehingga hidup kita merugi. Amin.

Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan