Perjumpaan yang Mengubahkan
Lukas 19:5-10
“Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”
Banyak orang Kristen yang hidupnya belum mengalami perubahan, masih sering melakukan kejahatan, kecurangan dan penindasan. Bisa jadi mereka belum mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan sehingga dalam doa dan ibadah mereka hanya sekedar kebiasaan atau kewajiban sehingga tidak mengubah hidup mereka. Karena ketika mengalami perjumpaan dengan Tuhan seharusnya membawa perubahan.
Seperti yang dialami oleh Zakheus. Zakheus sukses di mata dunia, tetapi ada sesuatu yang hilang di dalam kehidupannya. Keterhilangan itu bukan hanya karena orang-orang Yahudi menjauhi dirinya dan menganggapnya sebagai “orang berdosa” yang bekerja pada penjajah, tapi juga karena ada kekosongan di kedalaman batinnya. Ia menyadari adanya keterhilangan itu, sehingga ia mencarinya. Ia mencarinya pada tempat yang tepat, yaitu pada diri Tuhan Yesus. Ia berlari mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Tuhan Yesus, yang akan lewat disitu. Rupanya usahanya tidak sia-sia. Tuhan Yesus menjumpainya. Perjumpaan Zakheus dengan Tuhan Yesus membawanya pada suatu pengakuan dosa dan pembaharuan hidup. Zakheus yang sebelumnya hanya tahu memperkaya diri dan tidak peduli kesusahan orang, kemudian diubahkan menjadi orang yang peduli kepada sesama, berani mengakui kesalahan, dan mau berubah. Perjumpaan dengan Tuhan membuat Zakheus menyadari dosa, mengakui dosa, dan meninggalkan dosa. Itulah perubahan hidup yang terjadi.
Maka, jika kita mengatakan bahwa kita orang percaya, maka seharusnya kita mengalami perubahan hidup. Jauh dari kejahatan, kebencian, penindasan dan hidup dalam kebenaran. Sejauh ini bagaimana hidup kita? Sudah mengalami perubahan? Selamat menghayati dan merasakan perjumpaan dengan Tuhan, dan alamilah perubahan hidup.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.





