Menyenangkan dan Tidak Menyenangkan
Kamis, 19 November 2020
1 Raja-Raja 22 : 5 – 8; 13 – 14
Siapa yang tidak senang menerima kabar yang menyenangkan? Setiap kita pasti berharap untuk mendapatkan kabar yang menyenangkan/menggembirakan. Tapi kira-kira jika kita diperhadapkan pada pilihan antara menerima kabar menyenangkan tapi bohong dengan menerima kabar tidak menyenangkan tapi jujur, kita akan memilih yang mana? Tidak banyak orang yang siap untuk menerima kabar buruk sekalipun kabar itu benar.
Demikian pula dengan Raja Israel. Raja
Israel dan Raja Yehuda bersekutu untuk merebut Ramot-Gilead. Demi menjalankan rencana itu, mereka mengumpulkan kira-kira empat ratus nabi untuk merestui mereka. Namun nabi-nabi itu bersepakat untuk meramalkan yang baik tetapi bukan dari Tuhan. Ada satu nabi Tuhan, yaitu nabi Mikha, yang menyuarakan suara Tuhan, tetapi dia tidak disukai oleh raja Israel karena yang dinubuatkan adalah malapetaka. Namun Mikha tetap mengatakan dengan jujur. Semua yang menjadi kehendak Tuhan, itulah yang dinubuatkan nabi Mikha sekalipun hal itu merupakan kabar buruk bagi Israel. Inilah yang membuat raja Israel tidak menyukai Mikha karena Raja Israel hanya senang mendengarkan berita yang menyenangkan daripada berita yang benar.
Sering kita juga hanya ingin mendengar berita yang baik-baik saja. Kita juga
sering hanya ingin mendengarkan khotbah atau renungan yang menyenangkan, yang berisi penghiburan dan penyemangat saja. Tetapi karena kasihNya, Tuhan juga sering menegur dan mengingatkan kita. Ketika ditegur rasanya tidak menyenangkan, tetapi itulah yang dikehendaki Tuhan agar kita menjadi lebih baik. Kita harus siap untuk menerima kata-kata yang menyenangkan maupun teguran dari Tuhan, karena semua mendewasakan kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Selamat beraktivitas
Tetap jaga kesehatan jiwa raga
Tuhan memberkati.





