Perjumpaan Penuh Belas Kasih
Lukas 7:11-17
“Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.” (Ayat 13-15)
Hidup yang kita jalani adalah rangkaian perjumpaan dengan berbagai macam peristiwa dan manusia. Dalam perjumpaan ada sebuah interaksi, baik mendatangkan suka maupun tidak suka, mendatangkan gembira maupun susah. Lalu bagaimana dengan perjumpaan Yesus dengan seorang janda dari Nain ini yang sedang merasakan duka karena kehilangan anak laki-laki semata wayangnya yang menjadi sandaran hidupnya? Membawa sukacitakah bagi janda ini?
Saudara, Ketika Yesus berjumpa dengan janda ini dengan penuh belas kasih ia mengatakan ‘Jangan menangis!’ Dan karena oleh karena belas kasihanNya lah Ia menyembuhkan anak laki2 janda ini. Dan ia bangun dari kematiannya. Perjumpaan Yesus dengan janda dari Nain ini tentu membawa berkat sukacita dan pemulihan bagi janda ini. Tadinya dirundung duka yang mendalam, kesedihan, hilang harapan tapi karena belas kasih Yesus semuanya menjadi pulih dan Yesus memberikan kepastian baginya.
Ada dua hal yang perlu kita renungkan saat ini:
- Perjumpaan kita dengan Allah membawa kepastian dalam hidup kita. Ada sukacita, pengharapan dan keyakinan bahwa Allah senantiaa memulihkan hidup kita dari segala rasa dan peristiwa.
- Sejauh kita berjumpa dengan orang lain apakah sudah ada belas kasihan dalam diri kita yang membawa berkat sukacita bagi mereka? Tangan yang terulur, bahu yang tegar, telinga yang mendengar, kaki yang melangkah mendekat, terkadang lebih sanggup menyatakan belas kasihan daripada seribu kata-kata yang kita keluarkan kepada mereka.
Marilah saudara buka hati kita untuk senantiasa mau berjumpa dengan Allah yang memberikan kepastian bagi kita. Dan jadilah anak Tuhan yang penuh dengan belas kasih yang mampu membawa berkat pemulihan dan sukacita bagi sesama.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.





