Peduli
Selasa, 15 September 2020
Yohanes 19:25-27
Dalam hidup ini seringkali kepedulian tidak terlaksana karena keadaan. Misalnya saat kita berniat akan menolong seseorang yang membutuhkan, tiba-tiba tidak dilaksanakan karena dalam waktu
yang sama kita diperhadapkan dengan kebutuhan yang lainnya. Mungkin ada anggota keluarga yang sakit dan
membutuhkan biaya untuk berobat, ada bagian rumah yang bocor dan perlu segera diperbaiki, dll. Dan akhirnya niat tadi tertutup berbagai kebutuhan kita dan akhirnya tidak terlaksana.
Bacaan hari ini mengenai Tuhan Yesus yang sedang menderita di kayu salib. Walaupun dalam keadaan lelah, kesakitan dan perih, tetapi Ia tidak melupakan orang-orang yang ada di sekitarNya. Tuhan Yesus tidak hanya memperhatikan diriNya sendiri, tetapi tetap memperhatikan orang lain juga. Hal ini dinyatakan dalam sabdaNya kepada kepada Maria, “Ibu, inilah anakmu!” dan kepada para murid, “Inilah ibumu.”
Di tengah kesakitanNya, Tuhan Yesus masih menguatkan ibunya bahwa walaupun dalam kesedihan masih ada orang lain yang akan menghibur dan mendukungnya yaitu murid-muridNya. Demikian pula bagi para murid sekalipun sedang mengalami kedukaan, namun ada orang terkasih yang harus dihibur. Tuhan Yesus memberikan teladan bahwa penderitaan tidak menghalang-halangi kita untuk tetap memperhatikan dan peduli orang lain. Di tengah pengapnya nafas ketika bermasker, mari kita tetap memakai masker sebagai wujud nyata kepedulian kita kepada diri sendiri dan orang lain.
Tetap jaga kesehatan jiwa dan raga.
Tuhan memberkati





