Percaya dan Setia Berproses
Kamis, 10 September 2020
Ibrani 6: 9-20
Ada seorang pengemudi ojek online yang pulang dengan gontai karena beberapa minggu orderannya sepi, belum lagi ditambah motornya rewel dan harus masuk bengkel, sedangkan di rumah istrinya sedang hamil tua membutuhkan dana untuk persiapan lahiran dan kedua anaknya menanti dibelikan kuota untuk sekolah daring. Ia pulang dengan sedih, merasa pergumulannya begitu berat, sambil bertanya-tanya : kenapa saya harus mengalami semua ini, Tuhan? Saya sudah berusaha hidup sebaik mungkin, saya sudah rajin bekerja, rajin pelayanan, tapi mengapa ini yang harus saya terima?
Pada saat ia pulang, istrinya yang sedang membuat kue melihat raut muka kesedihan Sang suami , lalu menawarkan kue buatannya.
Istri : Pak, mau mencicipi kue buatan ibu?
Suami : Tentu saja, bu. Kue buatan ibu pasti lezat.
Istri : Oke, kalau begitu. Nih… cicipi mentega ini
Suami : Kok mentega sich, bu? Nggak ah.
Istri : Gimana kalau telur mentahnya? Mau?
Suami : Ibu, jangan bercanda dong! Masak bapak disuruh nyicipin telur mentah? Ibu ini aneh.
Istri : atau mau coba tepung terigunya, pak?
Suami : Bu… bapak ini pusing, jangan nambah pusing dengan tawaran-tawaran nggak masuk akal gitu donk!
Istri : Betul, semua ini memang kelihatannya tidak enak dan tidak masuk akal jika dilihat satu per satu. Namun, kalau kita mencampurnya menjadi satu melalui suatu proses yang benar, maka akan menjadi kue yang enak kan pak?
Nah… Tuhan pun bekerja dengan cara yang demikian. Seringkali kita bertanya mengapa Dia membiarkan kita melalui pergumulan yang berat. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dengan rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya.
Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita. Tuhan teramat sangat mengasihi kita.
Ibrani 6:15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.
Selamat berproses!
Tetap jaga kesehatan jiwa dan raga.
Tuhan memberkati.





