Ini Aku, Utuslah Aku!
Lukas 6:12-19
“Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul” (Ayat 13)
Selamat pagi!
Yuk mari kita memuji nama Tuhan dan hayati pujiannya dari PKJ 177 dengan judul “Aku Tuhan Semesta”
Aku Tuhan semesta,
Jeritanmu Kudengar.
Kau di dunia yang gelap
‘Ku s’lamatkan.
Akulah Pencipta t’rang;
malam jadi benderang.
Siapakah utusanKu
membawa t’rang?
Reff:
Ini aku, utus aku!
Kudengar Engkau memanggilku.
Utus aku; tuntun aku;
‘Ku prihatin akan umatMu.
Saudaraku, syair lagu ini mengungkapkan kesediaan kita dipanggil oleh Tuhan untuk diutus melayani umat-Nya. Pemanggilan ini yang juga dikisahkan di dalam bacaan kita hari ini. Dari sekian banyak orang, Tuhan memilih 12 orang dari antaranya dan menetapkan mereka menjadi rasul (Ayat 14-16). Tidak dituliskan apa keistimewaan mereka masing-masing sehingga Tuhan Yesus memilih mereka menjadi rasul. Yang dicatat Injil ialah mereka yang terpilih itu sangat beragam latar belakangnya, ada nelayan, ada pemungut cukai, dan sebagainya. Injil juga mencatat bahwa mereka yang terpanggil itu bersedia menjadi murid Tuhan Yesus dan melayani bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Artinya bahwa Tuhan pun tidak memandang siapapun kita ketika memanggil anak-Nya untuk melayani Dia. Apapun pekerjaannya, latarbelakang keluarga, suku, dsb semua layak untuk menerima panggilan-Nya untuk melayani Dia. Tapi kuncinya adalah bersediakah kita untuk menerima panggilanNya? Atau jangan-jangan kita lebih suka menunjuk orang lain daripada menunjuk diri sendiri untuk melayani Tuhan.
Saudaraku, Tuhan tidak melihat latar belakang kita, tetapi Tuhan melihat diri kita seutuhnya dan memanggil kita menjadi pelayan-Nya.
Mari layani Dia dengan hidup kita! Ini aku, utus aku!
Tuhan Yesus memberkati. Amin.





