Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Pengorbanan

Matius 1:20-21
“Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Maria sedang mengalami pergumulan yang berat, dimana Maria sebagai tunangan Yusuf sedang mengandung. Ini merupakan masalah besar bagi Maria, karena Yusuf tidak tahu bahwa Maria mengandung karena kuasa Roh Allah. Karena yang dialami Maria ini menurut pandangan manusia adalah hal yang tidak masuk akal atau mustahil. Yusuf, tunangannya itu adalah seorang yang saleh, setelah mengetahui hal ini ia bermaksud memutuskan pertunangannya. Tapi Tuhan melalui malaikat mengatakan kepada Yusuf supaya jangan takut sebab anak yang di dalam kandungan Maria adalah dari Roh Kudus. Dan Yusuf pun melakukan seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan yakni mengambil Maria sebagai istrinya.

Dari hal ini kita bersama-sama merenungkan bahwa ada sebuah pengorbanan berharga yang dilakukan Yusuf dan Maria. Ketika Maria berani berkata kepada malaikat Tuhan: “Jadilah padaku menurut perkataamu”, artinya Maria sudah siap berkorban. Ia siap diceraikan oleh Yusuf calon suami yang dicintainya dan siap dengan segala resikonya, yaitu dipermalukan, dihina dan dipandang sebagai wanita yang tidak benar dan bisa dilempari batu karena dianggap melakukan perzinahan. Begitu juga Yusuf, ketika ia bersedia mengambil Maria sebagai istrinya. Ia harus mengorbankan perasaan, martabat, harga diri. Dan hasil dari pengorbanan mereka adalah Karya besar Allah melalui mereka membuat semua manusia berdosa yang percaya kepada-Nya akan diselamatkan.

Pengorbanan Maria dan Yusuf adalah pengorbanan berharga karena menjadi berkat bagi semua manusia. Kita pun saat ini sudah menerima anugerah keselamatan dan menjadi anak-anak Tuhan. Karena itu, kita pun harus mau berkorban untuk menjadi berkat bagi orang lain. Sehingga melalui kehadiran kita membawa damai dan sukacita bagi sesama kita.
Sudahkah kita rela berkorban? Renungkanlah!
Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan