Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Akar Iman

Kejadian 41: 38 – 41

Siapa sangka seorang Yusuf yang dijual oleh saudaranya itu bisa menjadi orang yang terkenal di seluruh penjuru negeri. Siapa mengira seorang Yusuf si pemimpi itu bisa menjadi orang kepercayaan Firaun. Bacaan hari ini menggambarkan bagaimana luar biasanya hasil perjalanan hidup Yusuf yang penuh perjuangan.

Untuk mencapai posisi itu Yusuf telah melewati banyak hal. Ketika masih muda dan tinggal bersama keluarganya, Yusuf bermimpi menjadi seorang penguasa dan saudara-saudaranya menyembah dia. Karena mimpi ini timbullah rasa iri di hati saudara-saudaranya sehingga mereka menjualnya sebagai budak. Dalam perjalanannya menjadi seorang budak, ia difitnah oleh istri tuannya dan dimasukkan dalam penjara. Namun penderitaan yang dialami justru membuat hidup Yusuf berakar semakin kuat di dalam Tuhan. Yusuf meyakini jalan hidupnya yang penuh liku adalah jalan Tuhan untuk membuatnya kuat dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Kehidupan Yusuf seperti kehidupan pohon kurma. Kurma ditanam dengan memasukkan benih ke tanah dan kemudian petani kurma meletakkan sebuah batu yang cukup besar di atasnya. Saat benih kehidupan mulai muncul, ia tidak dapat tumbuh ke atas karena terhalang batu. Ia hanya dapat bertumbuh ke bawah, memperkokoh akar-akarnya. Sesudah akarnya menjadi kuat, barulah ia dapat menggulingkan batu besar itu, kemudian tumbuh menjadi pohon yang sangat kokoh. Sekuat apa pun badai gurun menerjang, pohon kurma mampu untuk bertahan dan tidak tumbang.

Mungkin kehidupan kita saat ini seperti kehidupan Yusuf yang sedang berliku, atau seperti benih kurma yang harus berjuang memperkuat akar agar bisa menggulingkan batu pergumulan kita. Beban pergumulan begitu berat menindih kita. Mari belajar dari Yusuf untuk tidak menyerah. Jadikan ini kesempatan bagi kita untuk memperkuat akar kita, memperkuat iman kita kepada Tuhan! Kita percaya, akan datang saatnya dengan kekuatan iman, kita dimampukan untuk menggulingkan batu persoalan yang menindih kita dan kita bisa menjadi pohon kurma yang kokoh.

Selamat memperkuat akar iman
Tetap jaga kesehatan jiwa raga
Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan