Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

PANTANG MENYERAH

Selasa, 2 April 2024
Markus 16 : 8
Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.

Nana korobi, ya oki adalah sebuah pepatah Jepang yang berarti Jatuh tujuh kali, berdiri delapan kali. Pepatah ini pas untuk menggambarkan ketiga perempuan saksi kebangkitan Tuhan Yesus. Karena dalam waktu singkat mereka menyaksikan rentetan peristiwa mengerikan yang membuat mereka kehilangan Sang Guru, kesedihan dan ketakutan tidak bisa langsung hilang begitu saja. Kadang keberanian muncul, kadang ketakutan yang lebih menguasai. Tapi yang jelas mereka tidak kalah oleh keadaan. Mereka pantang menyerah, mereka bangkit dan berjuang mengalahkan ketakutan. Dan terbukti pada akhirnya mereka berani bersaksi tentang kebangkitan Sang Guru.

Kisah tiga perempuan murid Yesus ini (Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome) yang pantang menyerah dengan keadaan ini bisa menjadi inspirasi bagi kita. Tugas, tanggung jawab, dan pergumulan seringkali membuat kita merasa lelah dan ingin menyerah. Membuat kita berulang kali jatuh. Tapi pepatah Jepang tadi Jatuh tujuh kali, berdiri delapan kali menjadi pengingat bagi kita. Berapa kalipun kita jatuh, jangan menyerah untuk bangkit kembali, karena tujuan kita ada di depan dan Tuhan Yesus berjalan bersama menemani kita. Jangan menyerah oleh keadaan. Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan