Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Namanya Yohanes


Lukas 1:63-64
“Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.”

Beranikah saudara mengatakan sesuatu yang benar, sekalipun berbeda pendapat dengan keluarga besar atau komunitas saudara? Bersediakah saudara tetap taat sekalipun banyak godaan dan ancaman? Bagaimana jawab saudara? Mungkin secara teori kita akan menjawab berani dan bersedia. Tetapi kenyataannya sangat sulit bagi kita untuk berani mengatakan sesuatu hal yang benar dan taat ketika sekeliling kita berbeda dan mengancam kita.

Hal itu juga dialami Elisabet dan Zakharia ketika akan menamai bayi mereka. Tetangga yang datang hendak menamai bayi mereka dengan nama Zakharia, sesuai nama keluarga. Dalam tradisi Yahudi, seorang bayi mendapatkan namanya pada hari penyunatan, nama yang diberikan tentu sesuai dengan nama keluarga. Tetapi, Elisabet berkata “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.” Di sini, Elisabet menunjukkan sikap bersedia mendengar apa yang Tuhan sampaikan kepada keluarga mereka, dan berusaha untuk menaatinya. Elisabet dan Zakharia taat kepada perintah Tuhan dengan tetap memberikan nama Yohanes kepada anak mereka.

Demikian pula dalam kehidupan, bukankah ada kalanya Tuhan memberikan hikmat agar kita melakukan sesuatu yang berbeda dari yang biasa kita lakukan. Saat itu terjadi, maka kita sedang diajar untuk mampu bersikap kritis terhadap kehidupan yang kita jalani, sambil membuka diri untuk belajar dari pengalaman baru yang Tuhan berikan. Yang terpenting kita senantiasa taat di dalam kehendak Tuhan.
Mari belajar untuk berani membuka diri dan taat kepada Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan