Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Penolakan

Kamis, 24 Desember 2020
Lukas 2: 4 – 7

Beberapa hari yang lalu, Gubernur DIY mengeluarkan Instruksi Gubernur yang salah satu isinya adalah mewajibkan pengelola hotel/penginapan dan Ketua RT/RW sebelum menerima tamu dari luar DIY untuk meminta hasil Rapid Tes Antigen/Swab Antigen/Swab PCR dengan hasil negatif dan masih berlaku sebagai upaya untuk penegakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 selama libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dan sebagai pencegahan pelonjakan kasus positif COVID-19 di DIY. Beberapa saat setelah keluarnya Instruksi ini, di media sosial ramai diperbincangkan tentang penolakan Yusuf dan Maria ketika mereka mencari tempat penginapan di Betlehem menjelang kelahiran Yesus, ayat 7 mengatakan ‘dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.’ Ayat ini menyiratkan bahwa Maria dan Yusuf sudah mencari penginapan, namun mereka ditolak karena penuh dan hanya mendapatkan tempat di mana ada palungan (tempat makan ternak), sehingga disimpulkan bahwa Tuhan Yesus dilahirkan di kandang ternak.

Berbeda konteks, tapi sama-sama tentang penolakan kehadiran. Berdasarkan Instruksi Gubernur tadi, saudara-saudara kita yang di luar DIY akan ditolak kedatangannya jika tidak dapat menunjukan hasil tes antigen dengan hasil negatif dan masih berlaku. Dan ini menjadi salah satu faktor Natal tahun ini kita tidak bisa berkumpul dengan keluarga kita yang ada dari luar kota. Tidak mudah untuk menerima penolakan, kita harus mengubah cara pandang agar kita legawa menerimanya, termasuk pada konteks Natal tahun 2020 ini. Melalui kejadian ini kita diingatkan bahwa ternyata Natal tak melulu tentang sukacita dan penerimaan, tetapi Natal juga tentang penolakan. Dalam sejarah perjalanan hidup manusia, kita harus belajar menerima penerimaan dan penolakan, merangkul dan menari bersama keduanya. Seperti Maria Yusuf yang menerima penolakan 2000 tahun yang lalu dan tidak mengurangi sukacita mereka atas lahirnya Yesus, kiranya Natal 2020 inipun kita tetap merasakan sukacita walau ada penolakan-penolakan (tidak tercapainya) keinginan kita untuk berkumpul bersama keluarga di Natal ini.

Selamat merangkul penerimaan dan penolakan
Selamat bersukacita menyambut Natal
Tetap jaga kesehatan jiwa raga
Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan