NAHKODA KEHIDUPAN
Selasa, 12 Oktober 2021
Mazmur 39 : 5
Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!
Kira-kira apa yang akan kita lakukan jika kita diberi tahu oleh Tuhan kapan ajal kita datang? Apakah kita akan bersikap baik kepada semua orang? Apakah kita mau tetap taat kepadaNya? Atau sebaliknya, kita akan mengisi waktu sampai ajal menjemput dengan hidup bersenang-senang seenak keinginan kita sendiri?
Dalam mazmur hari ini Daud meminta Tuhan memberitahukan ajalnya. Sepertinya Daud sedang mengalami tekanan hidup dan penderitaan. Raja Daud diserang oleh musuh. Ucapan Daud ini bukan berarti dia ingin cepat-cepat meninggal. Jika kita memperhatikan pasal 39 secara keseluruhan, sebenarnya Daud ingin agar Tuhan mengingatkan tentang keterbatasannya sebagai manusia. Dalam Alkitab versi Bahasa Indonesia Sehari-hari ditulis : TUHAN, beritahukanlah kapan ajalku supaya aku tahu betapa pendek hidupku. Doa Daud bukanlah doa yang pesimis, tetapi ia ingin memperbarui semangat juangnya dalam menjalani hidup dengan mengandalkan Tuhan.
Apakah saat ini kita sedang menghadapi pergumulan? Apakah kita sedang tertekan hingga terasa tidak punya semangat untuk hidup? Apakah perahu kita sedang terombang-ambing di samudera kehidupan? Saat ini waktu bagi kita untuk kembali kepada Tuhan, Sang Nahkoda Kehidupan dengan mengakui keterbatasan dan kelemahan kita. Kita diajak untuk mengingat bahwa hidup kita ada batasnya. Oleh karena itu, kita harus bersandar dan berserah kepada Tuhan, agar sebesar apapun badai kehidupan kita, perahu kita tidak tenggelam.
Selamat berlayar bersama Sang Nahkoda Kehidupan
Tetap setia taati prokes
Tuhan memberkati





