BERBELASKASIH
Lukas 16:20-21
“Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.”
Sebuah realita yang sering kita temui di dunia ini adalah ada orang kaya dan ada orang miskin. Orang kaya hidup dalam kemewahan, sedangkan orang miskin hidup dalam penderitaan. Bahkan di dalam sinetron-sinetron yang sering di tonton juga menyuguhkan realita yang demikian.
Dalam bacaan kita saat ini juga berbicara mengenai orang kaya dan orang miskin. Kehidupan orang kaya digambarkan berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap harinya hidup bersukaria dalam kemewahannya. Orang kaya ini memiliki cara hidupnya sendiri, yang dikuasai oleh keegoisan; ia tidak peduli pada orang-orang miskin yang ada di sekitarnya. Keangkuhan menjadi gaya hidupnya sehingga sifat-sifat tersebut menutupi perasaannya kepada orang-orang yang ada dalam kesusahan. Karena itu, ia tidak menggunakan kesempatan untuk memberikan makanan dan minuman bagi yang memerlukan, seperti yang terjadi kepada Lazarus yang miskin, penuh borok dan lapar itu.
Dari kisah ini kita berefleksi akan hal kemewahan yang sering membuat manusia menjadi mati rasa dalam kepeduliannya kepada orang lain. Egois dan jauh dari belaskasih.
Oleh karena itu dalam segala kondisi kita saat ini kita diajak untuk hidup dalam belas kasih. Tuhan menempatkan kita di dalam dunia ini dengan tujuan mengambil bagian dalam pelayanan kasih kepada orang-orang yang lemah dan kekurangan. Bukan berdiam diri dan tidak peduli dengan orang yang lemah dan kekurangan. Oleh karena itu, mari berbagi berkat Tuhan; ada banyak orang di sekeliling kita yang membutuhkan uluran tangan kasih kita, supaya mereka juga diberkati dan mengalami sukacita Tuhan.
Selamat menjadi anak Tuhan yang penuh dengan belas kasih. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





