DENGAR DAN TAAT
Ibrani 4:11
“Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.”
Saudara yang terkasih,
Ketika saudara menjadi orang tua, harapannya adalah anak-anak saudara bisa mendengarkan apa yang menjadi nasihat saudara dan bahkan juga melakukannya. Misalnya saja, saudara menasihati kepada anak supaya rajin belajar. Harapannya anak mendengarkan nasehat saudara dan menjadi rajin dalam belajar. Memiliki jam belajar dan selalu mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik dan tepat waktu. Ini harapan orang tua kepada anaknya, yaitu mendengarkan dan taat kepada orang tua.
Dalam bacaan kita, penulis surat Ibrani menashati kepada umat bahwa mendengarkan suara Allah dan menaati-Nya harus dilakukan oleh umat, sebab ketaataan merupakan jalan masuk ke tempat perhentian yang disediakan Allah. Ia mengingatkan bahwa ketidaktaatan memiliki konsekuensi. Ia memberi contoh nenek moyang Israel. Dahulu, nenek moyang Israel melakukan ketidaktaatan, dan bahkan mencobai Allah ketika berada di padang gurun. Akibat ketidaktaatan itu, nenek moyang Israel pun tidak dapat masuk ke tempat perhentian yang dijanjikan Allah. Hal ini haruslah menjadi perhatian, peringatan dan pelajaran bagi umat agar mereka tidak melakukan hal yang sama seperti nenek moyang mereka. Sebab, jika demikian, mereka pun tidak akan dapat masuk ke dalam tempat perhentian yang disediakan Allah.
Inipun menjadi nasihat bagi kita, bahwa mendengar dan taat kepada TUHAN memang sesuatu yang tidak mudah. Sebab, kita harus menundukkan diri dan melepaskan keakuan kita. Tetapi, betapapun berat, kita harus belajar, berusaha dan berjuang untuk mendengarkan dan menaati TUHAN. Sehingga kita pun dapat memasuki dan menikmati tempat perhentian yang telah Allah sediakan bagi kita, yakni kehidupan kekal bersama Dia. Selamat belajar dan berjuang untuk mendengar dan menaati TUHAN. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





