Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Munafik


Lukas 11:37-41
“Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.”

Ada seorang ibu yang sedang belanja di pasar buah. Matanya tertuju pada buah mangga yang terlihat dari jauh tampilannya sangat menarik. Terlihat seperti sudah masak dan siap untuk dimakan. Lalu ibu ini membelinya. Setelah sampai di rumah, ia mengupaskan mangga itu untuk anaknya. Dan ternyata, buah mangga itu busuk. Dalamnya tidak sesuai dengan tampilan luarnya yang sangat menarik. Kecewalah ibu itu.

Gambaran mangga itulah yang juga dikritisi oleh Yesus kepada orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Mereka orang-orang yang munafik. Luarnya baik tapi dalamnya tidak. Mereka terlihat taat aturan, dalam beragama sangat baik tetapi sayangnya tidak dalam hatinya. Mereka malahan semakin jauh dari Allah. Yesus mengkritik mereka ketika mereka mengomentari Yesus karena tidak cuci tangan terlebih dahulu ketika Yesus hendak makan. Karena dalam aturan atau tradisi nenek moyang mereka adalah cuci tangan sebelum makan. Yesus berkata : “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.”

Saudara,bagaimana dengan hidup kita? Baik luar buruk dalamnya, atau luar dalam baik semua? Apakah kemunafikan masih sering menguasai hidup kita sehingga yang kita tampilkan hanyalah baik luar tapi buruk dalam? Terlihat peduli tetapi hanya sebagai tampilan belaka yang dalam hati hanya mencaci maki? Terlihat penuh kasih tapi nyatanya dalam hati penuh dengan iri dengki?

Marilah kembali kita melihat diri kita untuk menjadi anak Tuhan yang baik tampilan juga baik hatinya. Tidak Munafik. Karena Allah menghendaki kita menjadi anak Tuhan yang jujur dengan kehidupan.
Selamat berefleksi.
Tuhan Yesus memberkati. Amin

Tinggalkan Balasan