Bercermin
Selasa, 13 Oktober 2020
Ratapan 3:22-23
Dalam berinteraksi dengan sesama, sering kali berbagai peristiwa terjadi dan memunculkan rasa yang beraneka ragam. Kita bisa menjadi bahagia karena hubungan berjalan dengan baik, tetapi terkadang kita juga kecewa karena hubungan tidak seperti yang kita bayangkan. Salah satu contohnya, sering kali kita merasa kecewa, sakit hati, sedih ketika teman kita hanya datang kepada kita di saat mereka butuh bantuan. Ketika mereka sedang bersedih, mereka datang kepada kita. Ketika mereka berkekurangan mereka datang kepada kita. Tetapi ketika mereka merasakan kebahagiaan, mereka melupakan kita. Sering kali kita dibuat terheran-heran, kok ada ya orang seperti itu? Kok sikapnya begitu ya? Kok nggak ingat ya dulu waktu butuh bantuan seperti apa?
Ada sebuah kalimat yang menampar kesadaran kita sebagai orang percaya dan sekaligus membuat kita bercermin Mengapa kamu marah ketika seseorang hanya datang ketika butuh saja? Bukankah kita juga melakukan hal yang demikian kepada Tuhan? Kalimat ini mengembalikan kesadaran kita, membuka cermin di hadapan kita, bahwa sesungguhnya kitapun sering kali berbuat demikian terhadap Tuhan. Ketika kita berbeban berat, ketika kita membutuhkan pertolongan, pagi-siang-sore-malam kita memohon kepada Tuhan. Tetapi ketika hidup kita berjalan sesuai dengan impian, ketika kita sudah mendapatkan apa yang kita butuhkan, sering kali kita lupa untuk datang kepada Tuhan.
Mari kita bercermin, ketika kita kecewa melihat orang lain yang hanya datang ketika mereka membutuhkan, sesungguhnya kitapun mengecewakan Tuhan dengan perlakuan yang sama. Ketika kita terheran-heran bertanya kok ada ya orang seperti itu, datang hanya ketika pas butuh bantuan saja? sesungguhnya pertanyaan itu juga ditujukan kepada diri kita sendiri yang sering datang kepada Tuhan hanya ketika butuh pertolongan.
Kalau kita tidak ingin diperlakukan demikian oleh orang lain, maka mari kitapun tidak berlaku demikian kepada Tuhan. Mari kita belajar untuk lebih setia kepada Tuhan dalam situasi apapun. Ratapan 3:22-23 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! Begitu besar kasih Tuhan kepada kita, hingga perbuatan kita yang sebenarnya mengecewakanNya tidak membuatNya menghentikan berkat dan kesetiaanNya. Dia tetap setia kepada kita. Mari sabda Tuhan dalam Ratapan 3:22-23 menjadi cermin bagi kita untuk selalu berusaha setia kepada Tuhan dalam situasi apapun karena Tuhan setia kepada kita.
Selamat beraktivitas.
Tetap jaga kesehatan jiwa raga.
Tuhan memberkati.





