Menghargai Anak
Kamis, 15 Oktober 2020
Matius 18: 6-11
Menurut hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) yang dirilis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada 2018, 2 dari 3 anak dan remaja di Indonesia pernah mengalami kekerasan dalam hidupnya, baik kekerasan fisik (seksual, penculikan, penganiayaan,dll) maupun non fisik (eksploitasi anak, perundungan/bullying ,dll). Data tersebut menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak berada dalam posisi kritis. Mirisnya lagi, sebagian besar kasus kekerasan dilakukan justru oleh orang terdekat.
Kejahatan ini tidak mungkin bisa diselesaikan tanpa adanya kerja sama seluruh pihak, termasuk keluarga sebagai lingkungan terdekat anak. Banyak di antara kita yang masih memahami bahwa kasus kekerasan terhadap anak masih hanya sebatas kekerasan secara fisik. Sehingga keluarga-keluarga merasa aman ketika anak-anak mereka tidak terlihat terluka secara fisik. Masih banyak keluarga yang belum menyadari bahwa ketika mereka membanding-bandingkan anak mereka dengan anak lain, berfokus pada kesalahan anak, tidak memberi anak kesempatan berbicara atau mengemukakan pendapat, perlakuan semacam ini sudah termasuk tindak kekerasan non fisik kepada anak. Dan perbuatan-perbuatan tersebut berdampak buruk bagi perkembangan karakter anak: anak menjadi minder/tidak PD, arogan, dendam, dll.
Melalui firman Tuhan hari ini dan data di atas, kita sebagai keluarga Kristen kembali diingatkan tentang peran kita dalam mendampingi dan mendidik anak. Jelas sekali pesan Tuhan Yesus dalam Matius 18:10a Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Walaupun mereka belum berpengalaman, namun ini bukan alasan untuk menganggap remeh/rendah mereka. Mereka tetap pribadi yang perlu untuk dikasihi dan dimengerti. Dengan menghayati Firman Tuhan hari ini, mari kita bangun keluarga sebagai garda depan perlindungan anak. Menyelamatkan masa depan anak diawali dengan menghargai mereka. Mengasihi anak berarti menghargai mereka dan menolong mereka mengalami kasih Tuhan.
Selamat berefleksi.
Tetap jaga kesehatan jiwa raga
Tuhan memberkati





