Menghitung Hari
MAZMUR 90:12
“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
Rutinitas menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai rutinitas memang tidak mudah bagi setiap manusia. Contohnya saja soal makan! Bagi kebanyakan orang, makan hanya menjadi sebuah kegiatan rutin yang harus dilakukan. Kalau pun dimaknai, biasanya hanya sekedar untuk menjaga tubuh agar tidak masuk angin. Tapi jarang sekali kita memahami pemeliharaan Tuhan dalam hidup melalui makanan, memaknai pekerjaan dalam rasa syukur, menerima makanan sebagai sebuah keajaiban karya Allah, dan banyak refleksi iman yang lain.
Saat ini, Pemazmur mengajar dan mengajak setiap umat Allah untuk bisa menjalani hidup dengan keyakinan iman sekaligus penuh syukur atas pemeliharaan Tuhan. Pemeliharaan Tuhan yang terjadi setiap saat dan setiap waktu. Sebuah tantangan bagi kita adalah ‘menghitung hari’. Menemukan setiap penyertaan yang Tuhan berikan setiap harinya. Penyertaan Tuhan yang terbaik tidak hanya muncul dalam perkara-perkara yang besar tetapi seringkali muncul dalam hal-hal biasa. Seperti biasa mendapat ucapan hati-hati dalam perjalanan pulang pergi bekerja, biasa bernafas setiap saat, biasa mendapatkan makanan setiap jam makan, dan banyak hal lainnya. Inilah ‘menghitung hari’ dan inilah kebijaksanaan kehidupan yang membahagiakan.
Syukurilah setiap hari yang Tuhan anugerahkan di dalam hidup kita dan jalani hari dengan bijaksana. Karena harimu adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan. Jangan sia-siakan hari-hari pemberian Tuhan dengan hal yang tidak berguna, tetapi Hitunglah hari dan jadilah bijaksana!
Tuhan Yesus memberkati. Amin.





