Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Mengasihi

1 Yohanes 2:9-12

“Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya. Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya.”

Saudara yang terkasih,

Menjadi sesuatu yang sudah biasa kita dengar yaitu tentang mengasihi. Tahu betul bahwa kita sebagai anak-anak Allah tugasnya adalah mewujudkan kasih, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh dengan cinta kasih. Tetapi, sudahkan kita mengasihi orang lain sampai hari ini? 

Pada bacaan kita saat ini Yohanes memberikan contoh praktis bagi orang-orang yang mengenal Allah yaitu Yang pertama, orang yang mengenal Allah hidup dalam terang karena kegelapan sudah dikalahkan oleh terang. Mak, Orang yang hidup dalam terang harus nyata dalam tindakannya yang benar. Jadi tidak mungkin orang yang hidup dalam terang namun membenci saudaranya sendiri. Karena membenci itu termasuk perbuatan kegelapan, sedangkan orang yang hidup dalam terang seharusnya saling mengasihi. Namun jika ada orang yang membenci saudaranya sendiri, maka orang tersebut digolongkan hidup dalam kegelapan. 

Lalu bagaimana dengan kita?

Hidup dalam terang atau kegelapan?

Masih menyimpan kebencian dan dendam kepada saudara kita apakah sudah mampu menerima dan mengampuni orang lain? Ingat bahwa akan disebut anak-anak Allah jika kita mampu mengasihi dan tidak membenci saudara kita. Maka, jikalau saat ini kita masih belum mampu berdamai dan membenci orang lain, ubahlah! Kasihilah mereka seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Tidak ada untungnya membenci orang lain, tetapi lebih menjadi berkat kalau kita bisa mengasihi orang lain. Selamat mengasihi dengan tulus, dari situlah kita akan disebut anak-anak Allah yang hidup dalam terang. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan