Kuasa Doa
Kisah Para Rasul 4:31
“Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”
Saudara yang terkasih,
Masihkah kita ingat untuk berdoa? Kapan saja saudara berdoa? Mungkin jika selama segala sesuatu masih dalam kendali kita, kadang kita merasa tidak perlu berdoa dan meminta campur tangan Tuhan. Ketika keadaan tidak lagi dapat dikendalikan, barulah kita berdoa.
Benarkah demikian?
Kalau memang yang terjadi demikian artinya bahwa kita tidak memandang doa sebagai ungkapan iman yang menyatakan ketergantungan kita kepada Tuhan, melainkan sebagai ungkapan dari keputusasaan kita.
Dalam jemaat mula-mula, doa menjadi tindakan yang selalu mereka lakukan ketika mereka berkumpul. Mereka selalu berdoa dengan tekun baik ketika keadaan baik dan orang-orang menyukai mereka maupun ketika keadaan buruk dan mereka mendapat tekanan dari banyak pihak. Ketika pergumulan dan persoalan datang dalam kehidupan mereka, hal pertama yang mereka pikirkan dan lalukan adalah membawa pergumulan mereka dalam doa. Bukan tentang bagaimana mereka akan mengatasinya.
Mereka meminta TUHAN sendiri yang bertindak menyatakan kuasa-Nya dan memberi kepada mereka keberanian untuk tetap melakukan kehendak-Nya. Ketika mereka mengandalkan Tuhan dalam doa mereka, Tuhan pun berkenan menyatakan kuasa-Nya di tengah-tengah mereka. Tuhan meneguhkan dan mengaruniakan keberanian kepada mereka.
Bukankah ini juga yang perlu kita lakukan? Ketika menjalani hidup dan terjadi persoalan pertama yang harus kita lakukan adalah Berdoa! Menyerahkan segala rasa dan pergumulan kita kepada-Nya. Dan membebaskan karya dan kuasa TUHAN bekerja dalam seluruh hidup kita. Yakinlah, TUHAN menolong dan memberikan keberanian serta hikmat bagi kita dalam mengatasi persoalan hidup yang terjadi. Maka, berdoalah! Serahkan semuanya kepada kuasa-Nya. Tuhan Yesus menolong dan memberkati kita. Amin.





