Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

KERAS HATI

Kamis, 18 Maret 2021

Ibrani 4 : 7
Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu “hari ini”, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!”

Kata ‘hati’ merujuk pada dua bagian penting dalam kehidupan manusia. Yang pertama, hati adalah salah satu organ penting dalam tubuh manusia. Yang kedua, hati adalah sesuatu yang ada di dalam tubuh manusia yang dianggap sebagai tempat segala perasaan batin dan tempat menyimpan perasaan. Dari kedua pengertian kata ‘hati’ ini menunjukkan bahwa keduanya sama-sama penting. Jika ada sesuatu yang tidak beres dengan hati, harus segera ditangani agar tidak mengganggu kehidupan.

Dalam bacaan hari ini kita mendapatkan istilah keras hati, yang artinya tidak mau patuh, hidup menurut keinginannya sendiri, tidak bisa dinasihati, dll. Penulis Kitab Ibrani menggunakan kata keras hati untuk menggambarkan orang-orang yang tidak mau percaya, tidak mau mendengarkan Tuhan. Kalau kita mau jujur, betapa seringnya kekerasan hati menghambat kita untuk maju, baik dalam kehidupan maupun dalam iman. Contohnya, ketika kita merasa gengsi untuk berbaikan dengan orang lain. Kita ingin mereka yang memulai lebih dahulu, meski dalam hati kita sudah digerakkan melakukannya. Bukankah itu sering sekali terjadi pada kita? Rasa gengsi membuat kita lebih suka mengeraskan hati membiarkan perselisihan berlarut-larut ketimbang segera menyelesaikannya. Tuhan kerap berbicara lewat hati nurani kita dan mengingatkan kita akan banyak hal, tetapi kekerasan hati seringkali menjadi penghambat bagi kita untuk melakukan segera tepat seperti apa yang dikehendaki Tuhan. Kita berlaku bagai orang paling benar, paling tahu segalanya dan tidak pernah salah.

Bacaan hari ini mengingatkan kita, bahwa selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup, itu adalah kesempatan bagi kita untuk mendengarkan Tuhan dan menggunakan waktu dengan bertanggung jawab.
Jangan sampai kita jatuh pada sifat keras hati yang hanya mengejar hal-hal duniawi. Mari dengan kesadaran penuh, kita terima firman ini, dan belajar untuk tidak mengeraskan hati, mau mendengarkan Tuhan dan melakukan panggilanNya.

Selamat menjaga kelembutan hati
Tetap jaga kesehatan jiwa raga
Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan