Mencintai Diri, Mengasihani Diri atau Mengasihi Diri?
Jumat, 19 Maret 2021
Amsal 19: 8
Siapa memperoleh akal budi, mengasihi dirinya; siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan.
Manusia dianugerahi Tuhan dengan akal budi yang dapat digunakan sebagai teman perjalanan hidup manusia. Amsal 19: 8 ini menyatakan hubungan antara akal budi dan mengasihi diri. Pengertian yang diperoleh melalui akal budi membawa kebahagiaan karena mengasihi diri.
Mengasihi diri merupakan tindakan menerima diri kita apa adanya sebagaimana Allah menerima kita, mengasihi diri kita, sebagaimana Allah mengasihi diri kita. Mengasihi diri bukan berarti mencintai diri sendiri dengan membabi buta, egois, selalu mementingkan diri sendiri hingga mengesampingkan yang lain.
Mengasihi diri juga berbeda dengan mengasihani diri. Mengasihani diri berarti memandang diri sebagai orang yang paling malang di seluruh dunia. Mengasihi diri tidak terjebak dalam pemahaman seperti itu. Memang malang tidak mungkin ditolak. Karena itu, jangan sampai kita berkubang dalam lumpur kemalangan. Yang perlu dilakukan adalah keluar dari sana.
Akal budi diperlukan agar kita tidak terjebak dalam mencintai diri secara membabi buta dan mengasihani diri dengan berlebihan tetapi menuntun kita untuk mengasihi diri seperti kasih Tuhan. Akal budi menuntun kita pada pengertian-pengertian dan tindakan nyata mengasihi diri yang ternyata membawa kebahagiaan tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kita.
Selamat mengasihi diri
Tetap jaga kesehatan jiwa raga
Tuhan memberkati





