Kaya yang Memberkati
Amsal 30:7-8
“Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.”
Siapa sih yang tidak mau menjadi orang kaya? Rasanya tidak ada satupun orang yang menginginkan hidup miskin, serba kekurangan dan terus kesulitan dalam memenuhi biaya hidup yang terus semakin tinggi. Tentu ini bukan hal yanh dipandang salah. Tetapi di sisi lain, sebuah status kekayaan bisa juga akan dengan mudah menjerumuskan kita ke dalam rasa kepuasan berlebihan yang malah bisa membuat kita lupa kepada Sang Pemberi, lalu kemudian lupa bahwa semua itu dia sediakan bukan untuk ditimbun melainkan dipakai untuk memberkati saudara-saudara kita yang lain.
Maka bukan menjadi hal yang salah ketika kita menjadi kaya. Tetapi seharusnya kekayaan itu hadir ketika kita sudah benar-benar siap untuk menerimanya. Arti siap disini adalah sudah mengetahui terlebih dahulu dengan benar untuk apa sebenarnya Tuhan memberkati kita dan untuk apa semuanya itu seharusnya dipakai, dan tentunya siap untuk melakukan sesuai dengan kehendak Tuhan. Jangan sampai kita jatuh pada silaunya gelimang harta dan kita tidak berhikmat dengan semuanya.
Maka isi doa dari bacaan kita adalah permohonan jangan berikan kemiskinan dan kekayaan, tetapi berilah apa yang menjadi bagianku, karena Tuhanlah sebenarnya yang tahu sampai dimana kemampuan dan kapasitas kita untuk menerima sesuatu. Dia tahu apa yang kita butuhkan, Dia jauh lebih mengenal diri kita, oleh karena itu yang terbaik adalah menyerahkan keputusan ke dalam tangan Tuhan sembari kita melakukan karya.
Tuhan bisa memberikan segalanya hingga berkelimpahan, namun sanggupkah kita menerimanya tanpa kemudian menjadi rusak? Mampukah kita tetap bersyukur dan mempergunakannya lebih lagi untuk memberkati sesama, atau kita malah terjebak kepada ketamakan untuk terus mengejar lebih banyak lagi demi kepentingan diri sendiri? Belajarlah untuk bersyukur dalam segala keadaan.
Selamat berefleksi, Tuhan Yesus memberkati. Amin.





