Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

TEGURAN

Selasa, 23 Februari 2021

Lukas 4 : 33 – 35

Suatu hari ada seseorang yang kesal setelah mendengarkan siaran renungan harian di radio. Dia menggerutu, “Gimana sih ini renungannya, kok nyinggung saya. Dengerin renungan buat cari penghiburan malah hati jadi hancur galau begini. Gimana sih ini? Kapok saya. Besok saya nggak mau lagi dengerin renungan begini”. Pernahkah kita juga mengalami hal itu? Setelah pulang ibadah/mendengarkan/baca renungan, ada rasa kesal di hati kita karena firman yang didapat menegur kita dengan keras.

Lukas 4 : 33 – 35 menceritakan bahwa di tempat ibadah Tuhan Yesus mendapati seseorang yang kerasukan setan. Setan itu merasa tidak nyaman atas kehadiran Tuhan Yesus. Setan itu sudah merasa nyaman merasuki dan selama ini tak ada seorang pun yang mengusiknya. Kehadiran Tuhan Yesus akan mengaruniakan ketenteraman dan mengeluarkan manusia dari belenggu iblis. Jadi, setan itu dihardikNya, “Diam, keluarlah dari padanya!” Kisah ini mirip dengan kisah orang yang menggerutu di awal tadi. Sering kali kita sudah nyaman dengan kondisi kita dan ketika tahu bahwa sebenarnya kita tidak benar, zona nyaman kita terusik dan kita menjadi kesal. Semestinya kita bersyukur karena kita masih ditegur, bukan menjadi kesal.

Kita sering berharap diberi berkat kekuatan dan penghiburan melalui firman Tuhan. Tetapi kita juga harus memahami bahwa Tuhan pun terkadang menegur kita melalui firmanNya. Dan teguran itu tidak mengenakkan, membuat kita kesal. Seperti dalam 2 Timotius 3 : 16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Hari ini kita diingatkan bahwa Tuhan membentuk kita tidak hanya melalui berkat penghiburan tetapi juga  melalui pengajaran dan
teguran supaya kita menjadi lebih baik. Jadi, mari kita terima firman Tuhan dengan penuh sukacita!

Selamat berefleksi
Tetap jaga kesehatan jiwa raga
Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan