Jangan Abaikan Saudaramu!
Selasa, 26 Januari 2021
Obaja 1 : 12 – 14
Obaja adalah kitab terpendek dalam Perjanjian Lama. Obaja termasuk dalam kitab nabi-nabi. Berbeda dengan nabi lainnya yang biasanya pemberitaan ditujukan bagi orang Israel/Yehuda, Obaja bernubuat bagi Edom, kaum keturunan Esau. Nubuat ini berisi kemarahan Tuhan karena pada saat Yehuda diserang dan dikalahkan oleh Babel, Edom tidak menolong, bahkan orang-orang Edom menghadang para pengungsi Yehuda dan merampas mereka. Hal ini bukan berarti Yehuda menjadi ‘anak kesayangan’ Tuhan sehingga semua bangsa harus berbuat baik dan menolong mereka. Kemarahan Tuhan terjadi karena sebenarnya Edom adalah saudara Yehuda. Edom adalah keturunan Esau dan Yehuda adalah keturunan Yakub, saudaranya.
Memang Esau dan Yakub sempat bermusuhan, tetapi telah berdamai. Sayangnya, setelah masa-masa itu berlalu, keturunan mereka masih sering bermusuhan. Bagaimana mungkin antar saudara tidak ada kepedulian untuk saling menolong? Terlepas dari kenyataan bahwa mereka bersaudara, Edom juga terletak di dekat perbatasan Selatan Yehuda, tetangga terdekat yang seharusnya menolong ketika tetangga mereka membutuhkan.
Bangsa Indonesia saat ini diperhadapkan pada berbagai keprihatinan, pandemi yang belum juga usai, kecelakaan pesawat, banjir, longsor, gempa bumi,gunung meletus. Keadaan ini dan pewartaan firman hari ini mengingatkan dan mengetuk hati kita sebagai saudara. Apa yang harus kita lakukan sebagai saudara dari mereka yang merasakan keprihatinan? Kesulitan hidup yang dihadapi sering mendorong kita untuk memikirkan diri sendiri dan mengabaikan yang lain. Terkadang kita merasa bukan bagian dari mereka. Terkadang kita merasa bahwa hal buruk yang terjadi dengan orang lain (yang berbeda golongan, suku, pulau, pendapat, agama) bukan urusan kita. Jika demikian, lalu apa bedanya kita dengan Edom?
Mari kita peduli terhadap saudara-saudara kita!
Tetap jaga kesehatan jiwa raga
Tuhan memberkati





