Harapan di tengah Tekanan
Yeremia 20:11
“Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan!”
Tekanan hidup kerap membuat orang menjadi jatuh pada keputusasaan. Lalu mengatakan : “Untuk apa aku hidup? Mengapa aku dilahirkan? Bukankah lebih baik aku mati saja selagi dalam kandungan?”
Kalimat itupun yang diucapkan oleh Yeremia kepada Allah. Ia merasa gagal dalam mewartakan sabda Tuhan. Bukannya orang-orang mendengar dan bertobat, mereka justru memusuhinya. Ia dicemooh, diancam, bahkan dianiaya. Semua sahabat karibnya dan Imam Pasyhur memusuhinya.
Meski mengalami pergumulan berat, kecewa, dan putus asa, tampaknya Yeremia tidak bisa memungkiri panggilannya. Suara Tuhan itu begitu kuat mendesak dalam dirinya,”seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulangku” (ay. 9). Itulah pertanda bagi Yeremia bahwa di tengah pergumulan hidup yang teramat berat, ia meihat bahwa sebenarnya Tuhan tetap menyertainya sehingga akhirnya ia mengatakan, “tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah….”
Mungkin saat ini saudara sedang merasakan tekanan hidup yang luar biasa membuat kita putus asa. Banyak tekanan, cibiran, fitnah, dan aniaya yang mungkin saudara alami saat ini. Namun, cobalah merasakan dan mendengarkan suara-Nya dalam hati kita dan yakinlah seperti Yeremia bahwa TUHAN selalu menyertai. Bukankah TUHAN juga senantiasa beserta kita seperti pahlawan gagah yang menyertai kita? Lalu mengapa kita berputusasa?
Tenanglah, berserahlah dan percayalah bahwa Ia memberi harapan ditengah tekanan hidup yang kita rasakan! TUHAN senantiasa menyertai kita! Amin.





