Hadiah Istimewa
Roma 4:4-5
“Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.”
Hadiah, mungkin saudara pernah mendapatkan hadiah. Dari orang tua, anak, suami-istri,teman, sahabat, saudara atau mungkin kekasih saudara. Bagaimana rasanya ketika mendapatkan hadiah? Bahagia bukan? Mungkin kita tidak akan melihat jenis barang yang diberikan tetapi bagaiamana ketulus orang tersebut memberikan hadiah bagi kita sebagai tanda cinta kasihnya untuk kita. Hadiah biasanya diberikan pada bagian akhir ketika seseorang tersebut telah menerima sebuah prestasi atau mungkin ketika sedang menerima prestasi. Tetapi cara TUHAN berbeda. Dia memberikan hadiah justru pada bagian awal, seperti yang dilakukanNya kepada Abraham dan orang percaya. Abraham dibenarkan karena iman, sebelum ia membuktikan kesungguhan imannya, sebelum ia disunat sebagai materai kebenaran. Pembenaran oleh iman ini merupakan anugerah TUHAN, hadiah yang diberikan bukan karena usaha dan perbuatan manusia tetapi karena kasih karunia TUHAN. Hadiah pembenaran inilah yang menjadikan Abraham sebagai bapa orang percaya. Hadiah ini juga yang mengaruniakan pengampunan dosa, sehingga tidak diperhitungkan lagi kesalahan manusia.
Sungguh istimewa bukan hadiah dari TUHAN? Maka syukurilah hadiah itu dengan melakukan kebenaran dan menaati firmanNya. Jadikan hidup kita berguna bagi banyak orang, membawa sukacita dan berkat bagi sesama kita. Jauhkan diri kita dari kejahatan tetapi lakukanlah kebaikan. Jauhkan kita dari kemunafikan tapi lalukanlah kejujuran. Persembahkan hidup kita untuk memuliakan nama TUHAN. Maka syukurilah hadiah istimewa yang TUHAN berikan, lakukan kebenaran dan muliakan TUHAN melalui kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





