Enyahlah Setan
Lukas 4:31-37
“Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.” (Ayat 35)
Saudara yang terkasih,
Pada waktu Tuhan Yesus mengajar di rumah ibadat di Kapernaum, banyak orang takjub mendengar pengajaran-Nya sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Waktu itu ada seorang yang kerasukan setan dan berteriak-teriak, “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” (Ayat 34).
Ternyata setan pun mengenal siapa Yesus. Setan tidak ingin Tuhan Yesus mencampuri urusannya. Mungkin setan berpikir: biarlah Yesus mengurus urusan-Nya sendiri dan setan mengurus urusannya sendiri. Namun, Tuhan Yesus tidak bisa seperti itu. Justru urusan Tuhan Yesus adalah membebaskan manusia dari kuasa-kuasa setan yang merusak kehidupan manusia. Maka, Tuhan Yesus menghardik si setan agar keluar dari orang itu. *Tuhan Yesus berkuasa mengalahkan kuasa jahat.*
Saudara yang terkasih,
Sebagai orang Kristen, mestinya hidup kita dikuasai Kristus. Jangan biarkan hati kita kosong sehingga setan mendapat kesempatan untuk membisikkan kejahatan dan dosa. Dasarnya adalah kita percaya dan berserah akan kuasa Kristus dalam hidup kita. Kitapun dipenuhi oleh kuasa Kristus. Sehingga tidak ada lagi hidup dalam dosa dan kejahatan. Tidak ada lagi iri dengki, dendam, rencana jahat, dan bahkan hidup jauh dari Kasih yang Yesus ajarkan. Percayalah kepada Tuhan Yesus sehingga kita pun diberi kemampuan untuk mengalahkan kuasa dosa dan kejahatan. Dari situlah kita mampu menjadi pengikut Kristus yang mampu menebarkan kebenaran dan kebaikan. Maka jangan sampai kuasa jahat menguasai hidup kita, tapi biarkan kuasa Kristus sajalah yang menaungi hidup kita. Tuhan memberkati. Amin.





