Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Berkat dan Syukur

Kamis, 3 September 2020
Lukas 4:38-44

Di Jawa terdapat peribahasa, diwenehi ati ngrogoh rempela. Artinya, sudah diberi namun malah menuntut meminta lebih banyak lagi. Hal ini sering untuk menggambarkan orang yang hanya menuruti hawa nafsunya sendiri. Sudah diberikan yang menjadi kebutuhannya, ditolong berulang-kali, tetapi justru meminta yang lain lagi, seperti orang yang tidak tahu berterima kasih, yang penting semua keinginannya harus tercapai.

Bacaan Injil hari ini mengingatkan tentang hal menerima berkat dan rasa terima kasih. Tuhan Yesus datang ke rumah Simon mengunjungi ibu mertuanya yang sedang sakit demam. Tuhan Yesus mendekati ibu mertua Simon dan menyembuhkannya. Ibu mertua Simon akhirnya sembuh dan segera bangun untuk melayani Yesus dan para murid. Pelayanan ibu mertua Simon ini merupakan wujud dari rasa terima kasih kepada Tuhan Yesus yang telah berkenan menyembuhkannya.

Jika dihitung-hitung, sebenarnya berkat dari Tuhan tidak pernah berhenti, bahkan seperti air yang terus mengalir dalam kehidupan kita. Jika tidak berhati-hati, hal ini akan membuat kita kurang bisa merasakan bahwa yang kita terima adalah berkat dari Tuhan. Jika tidak waspada, hal ini bisa membuat manusia minta dan minta lagi dengan pemahaman “mumpung Tuhan berkenan memberi”. Sikap seperti ini hanya mengutamakan hawa nafsu belaka, hingga kita lupa berterima kasih atas berkat yang telah kita terima. Sikap ibu mertua Simon dapat menjadi teladan bagi kita. Terwujudnya harapan, diterima dengan penuh kelegaan dan terima kasih dengan cara segera melayani. Jangan sampai kita mengejar berkat hingga lupa bersyukur kepada Sang Sumber Berkat

Semangat beraktivitas!
Tetap jaga kesehatan jiwa dan raga.
Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan