Benci VS Kasih
Lukas 7:36-50
(47) “Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”
(48) Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.” (Ayat 47-48)
Benci adalah sebuah perasaan ketidaksukaan yang sangat dalam. Karena benci mengakibatkan semua perbuatan orang yang tidak disukai cenderung salah, kesalahan kecil menjadi kesalahan besar. Walaupun orang itu berbuat baik dan benar, tapi kalau sudah benci tidak bisa lagi melihat kebaikan dan kebenaran yang ia lakukan. Beda halnya dengan Kasih yang mampu memandang orang dengan penuh kasih, tidak fokus pada dosa atau kesalahan orang lain lebih-lebih jatuh dalam penghakiman.
Bacaan kita hari ini tentang Yesus yang diurapi oleh perempuan berdosa. Simon orang Farisi ini memiliki pendapat yang berbeda dengan Yesus. Simon berpendapat bahwa orang yang suci tahir tidak boleh berhubungan dengan orang berdosa, tidak boleh makan bersama orang berdosa. Tetapi, cara berpikir Tuhan Yesus justru bertolak belakang, Ia tahu bahwa perempuan ini adalah seorang berdosa, Ia bukan saja tidak memandang rendah ia, bahkan menerima dan mengasihi ia. Yesus tidak membencinya! Bahkan Yesus mengampuni perempuan berdosa itu. Dijelaskan pula bahwa berbeda sekali ketika Simon dan perempuan berdosa ini memperlakukan Yesus. Perempuan berdosa ini sangat baik didalam memperlakukan Yesus. Lebih lagi karena pengampunan yang diterimanya ini, maka perempuan ini bersyukur dan melakukan kebaikan di dalam hidupnya.
Saudaraku, Apakah dalam hati kita ini penuh dengan kasih atau kebencian yang hanya bisa memandang orang lain sebelah mata? Hanya bisa melihat kesalahan orang lain tanpa bisa melihat kebaikan orang lain? Dan bagaimana sejauh kita hidup apakah sudah bersyukur atas anugerah pengampuanan yang Allah berikan bagi kita dengan melakukan kebaikan?
Selagi masih ada waktu, marilah jangan sampai hati kita dipenuhi dengan kebencian tetapi lakukanlah kebaikan.
Selamat berjuang!
Tuhan Yesus memberkati. Amin.





