Yang terpilih
Yohanes 15 : 16
“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”
Menjalani hidup sebagai orang terpilih adalah sesuatu yang menyenangkan sekaligus memiliki tanggung jawab yang besar. Sebab hidup sebagai orang terpilih itu berarti ada tanggung jawab besar dalam keterpilihan kita, ada hal-hal yang harus kita jaga, upayakan sekaligus kembangkan sebagai konsekuensi. Hal lain yang harus dicermati adalah tentang sikap batin kita, menjadi yang terpilih itu berarti kita harus menjaga kehidupan kita agar tetap di jalur yang tepat dan memiliki kerendahan hati agar orang yang tidak terpilih tidak merasa dihakimi atau bahkan merasa diolok-olok.
Ketika menilik bacaan pada saat ini, kita akan menemukan bahwa kita juga dapat disebut sebagai orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk mengerjakan tugas panggilan pelayanan dalam setiap kehidupan kita. Tidak hanya mengerjakan saja tetapi kita refleksikan tugas panggilan pelayanan dengan melakukan dan memberikan buah atau dampak yang positif bagi orang-orang disekitar kita.
Oleh sebab itu mari bersyukur bahwa kita adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah dan maka dari itu, marilah untuk memberi dampak positif kepada orang-orang di sekitar kita. Sebab semakin banyak orang diselamatkan, makin bersukacitalah Allah. Nyatakan keselamatan itu dalam setiap laku kehidupan kita. Selamat menjadi orang-orang yang dipilih untuk mendapatkan keselamatan.





