RUKUN = MENGOLAH KEKECEWAAN
Jumat, 4 Agustus 2023
Mazmur 133 : 1 – 3
Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
Setiap orang pernah merasakan kecewa. Bahkan di lingkungan gereja/persekutuan kita juga pernah dikecewakan atau mengecewakan. Pikiran kita kemudian tergiring pada pertanyaan : bagaimana ini di gereja kok ada orang yang mengecewakan? Banyak orang yang mengalami kekecewaan, yang membedakan adalah bagaimana merespon rasa kecewa tersebut. Ada yang mengolah rasa kecewanya dan tidak membiarkan rasa kecewa menguasai hidupnya. Ada pula yang pergi mencari tempat lain, tapi ternyata di tempat lain juga menemukan kekecewaan yang sama.
Kita perlu menyadari bahwa gereja bukanlah tempat orang-orang yang sempurna. Dalam gereja pun kita bisa menemukan luka, kesedihan, dan kekecewaan. Tapi kecewa bukan alasan untuk membenarkan permusuhan dan undur dari persekutuan. Di tengah situasi ini Tuhan mengingatkan kita untuk hidup rukun bersama. Hidup rukun sama dengan mengolah rasa kecewa supaya tidak menguasai diri kita. Pemazmur berkata hidup rukun itu baik dan indah karena ia mendatangkan damai sejahtera dan berkat seperti embun bukit hermon yang mengalir dan menyejukkan. Oleh karena itu, mari kelola rasa kecewa kita supaya kita tetap dapat hidup rukun bersama dan banyak orang terberkati. Amin.
Tuhan memberkati





