TUHAN, SANDARAN HIDUPKU
2 Raja-raja 4:35-36
“Sesudah itu ia berdiri kembali dan berjalan dalam rumah itu sekali ke sana dan sekali ke sini, kemudian meniarap pulalah ia di atas anak itu. Maka bersinlah anak itu sampai tujuh kali, lalu membuka matanya. Kemudian Elisa memanggil Gehazi dan berkata: “Panggillah perempuan Sunem itu!” Dipanggilnyalah dia, lalu datanglah ia kepadanya, maka berkatalah Elisa: “Angkatlah anakmu ini!”
Banyak orang menyandarkan hidup pada uang, karier, kepintaran, prestasi, dan lain sebagainya. Di antara semuanya itu, hanya Tuhanlah yang dapat dijadikan sandaran hidup yang kokoh dan abadi.
Dalam bacaan kita, hidup Elisa, wanita Sunem menempati posisi penting dalam pelayanannya. Segala kebutuhan makan, minum, dan tempat tinggal disediakan oleh wanita tersebut. Terlihat jelas bahwa wanita Sunem mengetahui identitas kenabian dan kebiasaan membaca dari Elisa.
Walaupun wanita itu tidak meminta balas jasa, tetapi Elisa ingin memberikan sesuatu yang bernilai atas kebaikan hatinya, yaitu seorang anak.
Awalnya, hadiah seorang anak dari nabi Elisa membuat kebahagiaan keluarga ini menjadi sempurna. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, sebab anak itu meninggal karena penyakit misterius.
Dalam kondisi yang pahit serta getir, wanita Sunem tidak kehilangan iman kepada Tuhan. Dengan segera ia ke gunung Karmel mencari Elisa, sebab ia percaya bahwa Allah Elisa mampu menghidupkan kembali anaknya.
Keyakinan yang besar terhadap Allah Elisa membuat wanita ini tidak mau bangkit berdiri apabila Elisa tidak mau ke rumahnya. Sebab wanita itu tahu bukan tongkat Elisa yang berkuasa, melainkan roh Allah yang ada pada Elisa. Ternyata benar apa yang diyakini wanita tersebut. Kehadiran Allah melalui diri Elisa membuat harapan yang lenyap menjadi bersinar kembali.
Bagaimana dengan kita saat ini, sudahkah kita selalu bersandar akan kebaikan dan kemurahan Tuhan setiap waktu? Ia mampu membuat harapan yang lenyap kembali bersinar. Maka dalam hidup ini mari tetaplah dan senantiasa bersandar akan kuasa dan kebaikanNya. Tuhan Yesus memberkati. Amin





