Tuhan adalah Bagianku
Kamis, 16 September 2021
Ratapan 3 : 6, 22 – 24
Hidup kita tidak selalu mudah. Tetapi di dalam Tuhan, kita selalu punya alasan untuk bersyukur dan bersuka cita. Ini yang dikatakan penulis Kitab Ratapan. Ia tidak menutup-nutupi bahwa hidup bangsanya sangat menderita. Ada begitu banyak alasan untuk meratap: mereka berdosa kepada Tuhan, sengsara karena dosa yang dilakukan, tidak ada jalan keluar dari penderitaan, banyak orang mengolok-olok saat mereka dalam pergumulan, dll. Penderitaan yang sangat berat ini digambarkan seperti hidup di dalam gelap, seperti orang yang sudah lama mati (Rat. 3:6).
Akan tetapi dalam keadaan seperti itu, saat merenungkan kasih setia Tuhan, mereka punya dasar untuk bersyukur dan pengharapan. ”Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi, besar kesetiaan-Mu”. Bahkan mereka meyakini bahwa Tuhan menjadi bagian dari hidup mereka. Keyakinan ini yang menuntun mereka untuk selalu punya pengharapan dan kuat menjalani penderitaan.
Kitab Ratapan menyadarkan kita bahwa Tuhan yang penuh kasih setia itu adalah bagian dari kita. CintaNya tidak pernah meninggalkan kita. Kita perlu meyakini bahwa Tuhan menjadi bagian hidup kita dalam berbagai situasi. Keyakinan ini menolong kita untuk merasakan kekuatan, berkat dan tuntunan Tuhan. Menghayati kasih setia Tuhan ini membuat kita mampu menjalani hidup dalam pengharapan. Kita menjadi yakin, bukan saja mampu bertahan menghadapi penderitaan, tetapi juga akan mengalami banyak hal yang membahagiakan.
Tetap semangat dan sehat jiwa raga
Tetap setia taati prokes
Tuhan memberkati





